Nasional

SKK Migas Sebut Petronas Minat Garap Blok Masela

  • Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membocorkan bahwa Petronas turut berminat untuk masuk dalam konsorsium pengelola Blok Masela.
IMG_20221115_115436.jpg

JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membocorkan bahwa Petronas turut berminat untuk masuk dalam konsorsium pengelola Blok Masela.

Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani mengatakan Petronas sudah menunjukkan minatnya dan saat ini tengah menunggu kabar lebih lanjut dari pemerintah yaitu Kementerian ESDM untuk proses lebih lanjut.

"Ada yang nawarin Petronas dan tertarik kami masih kaji. Petronas tinggal nunggu komitmen pemerintah," ungkap Fatar kepada wartawan usai Konferensi Pers IOG 2022, pada Selasa, 15 November 2022.

Fatar menjelaskan lebih lanjut, Petronas baru menyatakan minatnya masuk dalam konsorsium Blok Masela atau menjadi rekanan Inpex Corporation. Sehingga pembahasan mengenai mekanisme dan berapa besar hak partisipasi yang akan diambil belum disepakati.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan,  Pertamina masih melakukan studi untuk Proyek Lapangan Abadi Masela. Hasil kajian ini bisa menentukan jumlah besaran hak partisipasi yang akan diambil sebagai pengganti kekosongan.

"Diharapkan November nanti Pertamina akan tawarkan non-binding offer. Mulai penjajakkan kalau hitungannya sudah selesai," ungkap Dwi dalam Konferensi Pers Kinerja Hulu Migas Kuartal III 2022, Senin, 17 Oktober 2022.

Namun terkait hal tersebut baik Pertamina dan ExxonMobil, menurut Fatar menambahkan belum ada kabar lebih lanjut mengenai hasil kajian dari kedua raksasa migas ini. SKK Migas telah menargetkan kajian akan diumumkan di November 2022, sayangnya hingga sekarang belum ada kejelasan hal tersebut kapan akan diumumkan.

Sebagai informasi, pemerintah sedang membentuk konsorsium untuk mengambil alih 35% hak partisipasi Shell Upstream Overseas Ltd dalam pembangunan Proyek Abadi di Blok Masela.

Adapun pembagian porsi saham di blok Masela yaitu ada Inpex sebesar 55%, Shell 35% dan sisanya dimiliki oleh badan usaha milik daerah (BUMD) sebesar 10%. Setelah pengumuman Shell ingin melepas sahamnya dari blok Masela, ladang gas Maluku dalam posisi mangkrak.