Rusia Sepertinya Keteteran di Bakhmut
- Situasi pertempuran di Bakhmut sepertinya sedang tidak menguntungkan bagi Rusia.

Amirudin Zuhri
Author


KYIV-Situasi pertempuran di Kota Bakhmut Ukraina Timur sepertinya sedang tidak menguntungkan bagi Rusia. Setelah berbulan-bulan merangkak maju, pasukan mereka mundur cukup jauh dalam beberapa hari terakhir ini.
Pasukan Ukraina kemungkinan menerobos beberapa garis Rusia dalam serangan balik terbatas di dekat Bakhmut. Ii mendorong tanggapan dari pemimpin Grup Wagner Yevgeny Prigozhin dan Kementerian Pertahanan Rusia.
Prigozhin mengakui pasukan Rusia mundur hinga dua kilometer. Pernyataanya sesuai dengan apa yang disampaikan Komandan Kelompok Pasukan Timur Ukraina Kolonel Jenderal Oleksandr Syrskyi. Dia juga menyatakan hal yang sama. Sangat jarang dua pihak yang berseteru bisa satu pendapat seperti sekarang ini.
Koresponden pro Rusia Sasha Kots mengklaim bahwa serangan balasan Kyiv telah dimulai. Mengutip sumber yang dia sebut bisa dipercaya, tank Ukraina berada di jalan lingkar Kharkiv menuju perbatasan dengan Rusia. “Kyiv telah memutuskan untuk memperburuk situasi di sepanjang front utara bersamaan dengan dimulainya tindakan ofensif di Bakhmut,” tulisnya Kamis 11 Mei 2023.
- Dituntut Warga Monggo NTB, Begini Klarifikasi dari Charoen Pokphand (CPIN)
- Pendapatan Tol Jasa Marga (JSMR) Naik 21 Persen Selama Periode Mudik Lebaran 2023
- Mengapa Bau Parfum Bisa Berbeda pada Setiap Orang?
Koresponden perang Rusia lainnya, Alexander Simonov menulis di Telegram bahwa pasukan Ukraina telah menerobos dekat desa Bohdanivka, dekat Bakhmut. Mereka merebut beberapa kilometer persegi wilayah.
Tetapi Kremlin membantah Ukraina telah membuat kemajuan yang signifikan. Dalam sebuah pernyataan, kementerian pertahanan Rusia mengatakan deklarasi individu tentang terobosan di beberapa titik di garis depan tidak sesuai dengan kenyataan. “Situasi umum di zona operasi militer khusus disebut terkendali,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dikutip TASS.
Kementerian pertahanan Rusia juga mengatakan telah menghentikan beberapa serangan Ukraina sepanjang Kamis. Dan mengatakan pertempuran sedang berlangsung di dekat Malynivka, di timur Donetsk.
Tetapi sejumlah video memang menunjukkan pasukan Rusia bergerak mundur. Ini yang memicu kemarahan Prigozhin karena mereka kehilangan wilayah yang direbut dengan perjuangan berbulan-bulan. Bergerak puluhan atau ratusan meter per hari serta memakan banyak korban.
Bahkan Prigozhin dinilai sudah keterlaluan karena mengeluarkan kata-kata sangat kasar yang ditujukan pada sosok yang dia sebut sebagai ‘kakek’. Istilah itu diyakini sebagai Vladimir Putin. Sumber Kremlin yang tidak disebutkan namanya menyebut retorika Prigozhin sudah sangat mengganggu kepemimpinan puncak Rusia. Prigozhin mungkin telah dianggap sebagai ancaman serius dan dia tidak bertindak untuk kepentingan Kremlin. Seorang narasumber menyatakan Prigozhin berkomitmen untuk mengklaim Bakhmut sebagai pribadi.
Tidak Lagi Prioritas
Sementara itu Institute for the Study of War (ISW) melihat pengerahan pasukan berkualitas rendah di sisi-sisi di sekitar Bakhmut menunjukkan Kementerian Pertahanan Rusia mungkin telah meninggalkan tujuan untuk mengepung pasukan Ukraina di sana.
Kementerian Pertahanan Rusia kemungkinan memulai deprioritas yang lebih luas dari upaya Bakhmut pada Januari 2023. Waktu ketika Kementerian Pertahanan menghentikan upaya perekrutan narapidana oleh Grup Wagner. Kemudian Prigozhin meningkatkan upaya di sekitar Soledar-Bakhmut pada bulan Januari. Namun secara terbuka mulai mengeluh tentang kurangnya dukungan Kementerian Pertahanan untuk usahanya mulai Februari 2023.
Kementerian Pertahanan Rusia secara singkat mengalokasikan lebih banyak sumber daya ke garis depan Bakhmut pada bulan Maret dan April. Salah satunya dengan mengirimkan tank T-90 dan Pasukan Lintas Udara ke daerah tersebut. Selain itu Rusia juga menugaskan pasukan cadangan ke Wagner.
Prigozhin mengklaim pada 24 April bahwa Kementerian Pertahanan Rusia hanya mengerahkan unit tidak teratur dan terdegradasi untuk menahan sayap Bakhmut. Dan ketidakmampuan unit ini untuk memenuhi misi menunjukkan bahwa sayap Rusia di Bakhmut dan area depan lainnya kemungkinan besar rentan dari serangan balik Ukraina.
- 5 Fakta Menarik Buku Filosofi Teras
- 4 Filsuf yang Bisa jadi Guru Stoikisme Anda
- Amati dan Cermati, Ini Tanda Anak Anda punya Sifat Perfeksionis
Alokasi pasukan Kementerian Pertahanan, dikombinasikan dengan perubahan dalam geometri ruang pertempuran menurut ISW juga menunjukkan bahaya pengepungan pasukan Ukraina yang signifikan oleh Rusia di Bakhmut mungkin telah berlalu. Namun pasukan Wagner kemungkinan akan terus melakukan serangan frontal di Bakhmut. Tetapi mereka akan sangat bergantung pada pasokan senjata dan personel,
Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah bahwa serangan balik dimulai. Dia menyatakan Ukraina membutuhkan lebih banyak waktu untuk melancarkan serangan balasan karena sedang menunggu pengiriman bantuan militer yang dijanjikan. Namun pernyataan itu dibantah Prigozhin dengan menyebut Zelensky berdusta.
Sedangkan analis militer Ukraina Oleksandr Musivenko mengakui serangan balasan belum tentu mengalahkan Rusia di semua wilayah yang diduduki. Dia mengatakan ada kemungkinan perang dapat berlanjut hingga tahun depan.
Seorang pejabat senior militer Amerika yang tidak disebutkan namanya kepada CNN mengatakan bahwa pasukan Ukraina sedang mempersiapkan serangan balasan besar-besaran. Sasaran utamanya adalah depot senjata, pusat komando, dan sistem lapis baja serta artileri. Semua ini untuk mempersiapkan medan bagi pasukan yang bergerak maju.
Seperti diketahui serangan balasan Ukraina musim semi 2022 juga didahului oleh serangan udara untuk membentuk medan perang. Operasi pembentukan medan semacam itu bisa memakan waktu berhari-hari sebelum serangan yang direncanakan dimulai.

Amirudin Zuhri
Editor
