Nasional

Relokasi Warga Terdampak Banjir NTT, Kementerian PUPR Siapkan 1.000 Rumah

  • Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) berencana membangun 1.000 unit rumah instan sederhana sehat (risha) untuk relokasi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Adonara dan Lembata, Nusa Tenggara Timur.

<p>Suasana perumahan cluster di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 2 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Suasana perumahan cluster di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 2 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) berencana membangun 1.000 unit rumah instan sederhana sehat (risha) untuk relokasi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Adonara dan Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Rinciannya, KemenPUPR akan membangun 700 unit risha di Lembata dan 300 unit di Adonara.

“Tetapi perkembangan pasti angkanya akan terus berkembang setelah survei detail dengan Pemda (pemerintah daerah) dan masyarakat setempat,” ujar Ketua Satgas Penanganan Bencana KemenPUPR di NTT dan NTB Widiarto dalam keterangan resmi, Senin, 12 April 2021.

Widiarto mengatakan sudah ada dua alternatif lokasi yang disiapkan di Adonara berdasarkan informasi sementara. Sedangkan di Lembata sudah ada tanah Pemda yang lokasinya masih akan dikomunikasikan dengan masyarakat setempat.

“Kami akan terus melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat, karena memindahkan tempat tinggal juga harus menangani masalah sosial bukan hanya masalah teknis saja, di mana salah satu syaratnya lokasinya harus aman dari risiko bencana,” tambah Widiarto.

Menurut perkiraan, pembangunan fisik risha dapat selesai dalam 4 bulan jika lahan sudah siap. Widiarto mengatakan pembangunan risha tidak begitu sulit dengan metode knock down yang sudah ada.

Selain menyiapkan relokasi permukiman warga terdampak, KemenPUPR terus membantu penanganan darurat bencana banjir bandang di Adonara dan Lembata. Tercatat sudah ada 23 unit excavator, 24 unit dump truck, 3 unit loader, 1 unit grader, dan BBM 5.000 liter untuk penanganan 2 wilayah terdampak tersebut.

Lalu, kementerian juga memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan pengungsi berupa 6 unit mobil tangki air dan 10 unit hidran umum.

Selain itu, masih juga menyusul dari Kupang sebanyak 5 unit mobil tangki air, 10 unit hidran umum, 1 unit mobil toilet, 4 unit WC rakitan, 1 unit loader, 1 unit motor grader, 1 unit tanki air, dan 2 unit vibratory roller. (RCS)