Profil Pesawat Dassault Rafale Buatan Prancis yang Ditembak Jatuh Pakistan
- Rafale dikenal sebagai jet tempur generasi 4.5 buatan Prancis yang digadang-gadang sebagai salah satu pesawat paling canggih di dunia saat ini.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA - Sebuah kabar mengejutkan datang dari kawasan Asia Selatan. Angkatan Udara Pakistan mengklaim telah menembak jatuh tiga unit pesawat tempur Dassault Rafale milik India dalam sebuah insiden terbaru yang meningkatkan ketegangan antara dua negara bertetangga itu.
Rafale dikenal sebagai jet tempur generasi 4.5 buatan Prancis yang digadang-gadang sebagai salah satu pesawat paling canggih di dunia saat ini.
Dassault Rafale adalah pesawat tempur multiperan (omnirole) buatan Dassault Aviation, perusahaan kedirgantaraan terkemuka asal Prancis. Nama “Rafale” dalam bahasa Prancis berarti "hembusan angin" atau "semburan api", mencerminkan kecepatan dan kekuatannya dalam bertempur.
- BFI Finance Bagikan Dividen Sebesar 57,7% dari Laba Tahun Buku 2024
- Stagnan, Cek Daftar Harga Emas Antam Hari ini
- Harga Sembako di DKI Jakarta Jumat, 09 Mei 2025, Ikan Lele Naik, Beras IR 42/Pera Turun
Pengembangan Rafale dimulai pada 1980-an setelah Prancis keluar dari program Future European Fighter Aircraft (yang kelak melahirkan Eurofighter Typhoon) karena perbedaan kebutuhan operasional.
Prototipe awal Rafale A pertama kali mengudara pada 1986. Tiga varian dikembangkan, Rafale C (kursi tunggal untuk Angkatan Udara), Rafale B (dua kursi), dan Rafale M (versi kapal induk untuk Angkatan Laut).
Pesawat ini mulai bertugas secara resmi pada awal 2000-an dan telah digunakan dalam berbagai operasi militer di Afghanistan, Libya, Mali, Irak, dan Suriah.
Pengguna Internasional dan Harga
Sebagai pesawat tempur generasi 4.5 buatan Dassault Aviation, Rafale dirancang untuk menjadi jet tempur multirole yang mampu menjalankan berbagai misi sekaligus, mulai dari superioritas udara, dukungan udara dekat, serangan presisi terhadap sasaran darat dan laut, hingga pengintaian strategis.
Kombinasi desain sayap delta dengan canard, mesin ganda, serta sistem avionik canggih menjadikan Rafale sebagai tulang punggung kekuatan udara Prancis dan negara-negara pengguna lainnya.
Dilengkapi dengan radar AESA (Active Electronically Scanned Array) RBE2, sistem peperangan elektronik SPECTRA, serta kemampuan membawa berbagai jenis persenjataan termasuk rudal udara-ke-udara Meteor dan rudal jelajah SCALP, Rafale mampu beroperasi dalam berbagai kondisi cuaca dan lingkungan yang kompleks.
- BFI Finance Bagikan Dividen Sebesar 57,7% dari Laba Tahun Buku 2024
- Stagnan, Cek Daftar Harga Emas Antam Hari ini
- Harga Sembako di DKI Jakarta Jumat, 09 Mei 2025, Ikan Lele Naik, Beras IR 42/Pera Turun
Pesawat ini juga memiliki kemampuan supercruise, yakni terbang dengan kecepatan supersonik tanpa menggunakan afterburner, yang meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi jejak termal.
Selain itu, Rafale memiliki desain delta wing dan canard, yang memberikan kelincahan manuver tinggi di medan pertempuran. Kapasitas angkutnya pun besar, dengan 14 titik cantelan senjata di varian Rafale B dan C, dan 13 di Rafale M untuk varian angkatan laut.
Meskipun dilengkapi teknologi canggih dan telah diuji dalam konflik di berbagai negara, keberhasilan Pakistan menembak jatuh tiga unit Rafale milik India pada suatu insiden di wilayah perbatasan menimbulkan pertanyaan serius tentang seberapa efektif pertahanan aktif Rafale dalam situasi pertempuran sebenarnya.
Meskipun sudah ada bukti visual, namun belum ada investigasi independen yang mengonfirmasi klaim tersebut, dan pihak India tetap bungkam.
Jika benar terjadi, insiden ini dapat memengaruhi persepsi global terhadap sistem pertahanan Rafale, sekaligus memberikan celah bagi rival geopolitik untuk memperkuat narasi bahwa tidak ada sistem persenjataan yang benar-benar tak terkalahkan.

Ananda Astridianka
Editor
