Pemerintah Kelola Pandemi dengan Baik, Sri Mulyani: Waspada Tantangan Baru
- Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengklaim pemerintah telah berhasil mengelola pandemi COVID-19 dengan baik. Namun ia tetap mewaspadai akan ada sejumlah tantangan baru dalam masa transisi ini.

Debrinata Rizky
Author


JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim pemerintah telah berhasil mengelola pandemi COVID-19 dengan baik. Namun ia tetap mewaspadai akan ada sejumlah tantangan baru dalam masa transisi ini.
Menkeu meminta harus ada kolaborasi antara pemerintah dengan pelaku usaha dapat mewujudkan perbaikan ekonomi, bahkan di masa tersulit seperti pandemi.
"Di tahun 2023, tantangan telah bergeser dari risiko kesehatan menjadi risiko finansial dan geopolitik. Dunia tengah menghadapi ancaman disrupsi ekonomi, kenaikan harga komoditas, inflasi, merosotnya kondisi sosial, dan pelemahan ekonomi yang berimbas terhadap ketahanan pangan dan energi, serta perubahan global supply chain yang di beberapa negara telah memicu gerak inflasi," kata Sri Mulyani di Cikarang beberapa waktu lalu.
- Waskita Beton (WSBP) Rampungkan Suplai Beton Proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Seksi 2
- Bukan Pakai Lensa AI, Ini Cara Edit Foto dengan Filter AI TikTok
- Tangkap Peluang 2023, BUMN Pangan ID FOOD Optimalisasi Aset Non Core Business
Untuk mampu melewati kondisi tersebut, pemerintah dan pelaku usaha harus terus berkolaborasi serta mampu menangkap sinyal anomali untuk dapat diterjemahkan dalam formula kebijakan yang tepat.
Sri Mulyani dan jajarannya dalam hal ini Bea Cukai pun akan terus berupaya mendukung para pelaku usaha dengan beberapa kebijakan strategis, di antaranya memberikan fasilitas dan insentif di bidang kepabeanan, berupa fasilitas kawasan berikat (KB) dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE).
Sebagai rincian, dari sisi tenaga kerja, presentasi tenaga kerja terlatih pada perusahaan KB meningkat sebesar 1% dan pada perusahaan KITE meningkat sebesar 3%. Dari sisi investasi, di tahun 2021 penambahan investasi meningkat sebesar Rp103 milliar pada perusahaan KB dan Rp30,59 milliar pada perusahaan KITE.
Untuk indirect economic activity, di tahun 2021 terjadi peningkatan jumlah dan jenis usaha di sekitar perusahaan penerima fasilitas KB dan KITE secara regional. Peningkatan terbesar terlihat pada jenis usaha akomodasi 188,78%, sektor perdagangan 165,32%, makanan 173,62%, dan transportasi 128,52%.
Hal yang sama terjadi untuk fasilitas KB, peningkatan terbesar yaitu pada sektor makanan 66,52%, disusul transportasi 55,58%, perdagangan 35,04%, dan akomodasi sebesar 24,64%.

Drean Muhyil Ihsan
Editor
