Nasional

Korban Nyawa ke-46, MV-22B Osprey Amerika Kembali Jatuh

  • Sebuah MV-22B Osprey  yang membawa lima Marinir Amerika jatuh di California Selatan  Rabu 8 Mei 2022. Empat orang dilaporkan meninggal dalam kecelakaan tersebut.
osp.jpg

CALIFORNIA-Sebuah MV-22B Osprey  yang membawa lima Marinir Amerika jatuh di California Selatan  Rabu 8 Mei 2022. Empat orang dilaporkan meninggal dalam kecelakaan tersebut.

New Yorks Times melaporkan, pesawat  milik Korps Marinir Amerika itu  jatuh sekitar pukul 01.00 siang waktu setempat Penyebab kecelakaan itu sedang diselidiki.

Militer Amerika memastikan pesawat tidak membawa bahan berbahaya ataupun nuklir seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Kecelakaan itu terjadi hampir tiga bulan setelah empat Marinir Amerika tewas di Norwegia selama latihan NATO saat menggunakan jenis pesawat yang sama.

Osprey adalah pesawat tiltrotor yang dapat lepas landas dan mendarat seperti helikopter dan terbang seperti pesawat terbang sayap tetap. Pesawat ini memang  memiliki sejarah yang bermasalah dan kontroversial.

Helikopter ini telah lahir dalam dua versi yakni MV-22 yang diterbangkan oleh Marinir dan CV-22 yang diterbangkan oleh Komando Operasi Khusus Angkatan Udara.

Sejak pesawat beroperasi pada 2007 setidaknya  telah terjadi delapan kecelakaan Osprey. Hingga kecelakaan pada hari Rabu  setidaknya 46 orang meninggal karena pesawat tersebut.

Kelebihan Osprey dibandingkan helikopter lain adalah dalam hal kecepatan dan jangkauan. 

Osprey dapat terbang dengan kecepatan 500 km  per jam. Dua kali lebih cepat dari kebanyakan helikopter militer. Osprey juga dapat melakukan perjalanan dua sampai lima kali sejauh dibanding helikopter biasa atau menempuh jarak lebih dari 1600 km, dan akan lebih jauh dengan pengisian bahan bakar udara. 

Helikopter ini dapat beroperasi dari kapal dan mampu membawa 9 000 kg beban internal atau 6 800 kg eksternal. MV-22A yang dioperasikan oleh Korps Marinir AS menampung hingga 24 tentara. 

Selain tingginya kecelakaan  Osprey  juga banyak dikritik terutama soal  tingginya harga. Dengan harga sekitar  US$84 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun V-22 jauh lebih mahal daripada helikopter yang lain. Bandingkan saja dengan UH-60M Blackhawk yang hanya sekitar US$16,4 juta atau sekitar Rp 238 miliar. Pengembangan helicopter in juga  membutuhkan 25 tahun dengan biaya US$ 22 miliar atau sekitar Rp 319 triliun dengan nilai dolar sekarang.