Nasional

Kendaraan Listrik Jadi Upaya Kurangi Emisi Karbon, PLN Terus Dorong Ekosistemnya

  • PT PLN (Persero) berkomitmen mengurangi emisi karbon guna mencapai Net Zero Emission 2060, salah satunya dengan membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Ujicoba SPKLU Sudirman Park - Panji 6.jpg
Nampak konsumen mencoba melakukan pengisian usai pembukaan dan uji coba Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) bagi penghuni Apartemen Sudirman Park, Jakarta, Sabtu 1 Oktober 2022. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) berkomitmen mengurangi emisi karbon guna mencapai Net Zero Emission 2060, salah satunya dengan membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memaparkan bahwa sektor transportasi adalah salah satu penyumbang emisi karbon tertinggi di Indonesia. Tak kurang dari 280 juta ton CO2e dihasilkan dari sektor transportasi. Jika dibiarkan, maka pada tahun 2060 emisinya akan ada 860 juta ton CO2e per tahun.

“Kita di sini untuk memastikan generasi mendatang lebih baik dari pada hari ini. PLN berkomitmen penuh untuk bisa menurunkan emisi gas rumah kaca,” ungkap Darmawan dalam Diskusi bertajuk Menapak Peta Jalan Pemanfaatan Kendaraan Listrik Nasional di Jakarta.

Adapun menurutnya, penggunaan kendaraan listrik lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan BBM. Dari perhitungan 1 liter BBM sama dengan 1,2 kWh listrik. Emisi karbon 1 liter BBM itu 2,4 kilogram. Sedangkan 1 kWh listrik pada sistem kelistrikan di Indonesia yang masih ditopang oleh PLTU, emisinya sekitar 0,85 kg CO2e. Artinya kalau 1,2 kWh, emisinya sekitar 1,1 kg CO2e. 

Dengan menggunakan kendaraan listrik maka kita sudah menjadi bagian dalam mengurangi emisi karbon lebih dari 50%. Untuk mempermudah pengguna kendaraan listrik, PLN siap memberikan berbagai insentif dan layanan, salah satunya dengan layanan home charging.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Luckmi Purwodari mengatakan indeks kualitas udara di kota-kota besar sangat rendah. Menurut catatan KLHK, kota Jakarta contohnya untuk kualitas udara dalam setahun pada 2021 hanya 12,88%.

Maka penggunaan kendaraan listrik memang untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam yang semakin terbatas, khususnya dalam hal bahan bakar fosil. Berikutnya adalah untuk mengurangi pemanasan global akibat perubahan iklim dan memperbaiki kualitas udara.