Kebal Badai PHK, Binance Bakal Rekrut Ribuan Pegawai Baru Sepanjang 2023
- Perusahaan kripto Binance justru akan menambah hingga hingga 2.400 karyawan di tengah badai PHK tahun ini.

Muhammad Farhan Syah
Author


JAKARTA - Perusahaan penyedia layanan jual-beli kripto, Binance, dikabarkan akan merekrut ribuan karyawan baru sepanjang tahun 2023. Langkah ini seakan menentang badai PHK yang justru banyak dialami oleh perusahaan global sejak tahun lalu.
Kabar soal rencana pengrekrutan besar-besaran oleh Bincance itu disampaikan sang CEO Changpeng Zhao pada Kamis, 12 Janauri 2023.
"Kami mengambil pandangan yang agak berlawanan saat perusahaan crypto lainnya melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di tengah tekanan harga koin yang terus-menerus," terang Zhao, dikutip dari CNBC, Jumat, 13 Januari 2023.
Dalam sebuah kesempatan di event Crypto Finance Conference yang berlangsung di St. Moritz, Switzerland, Zhao mengungkapkan jumlah penambahan pekerja di Binance berkisar antara 15%-30% atau setara 1.200 hingga 2.400 orang pada 2023.
- Usung Green Port, Pelindo Gandeng KLHK Bentuk Tim Penilai Pengelolaan Limbah Laut
- Inilah Prediksi Film-film Terlaris Tahun 2023
- Pacu Penjualan Motor Listrik, Volta Gandeng Bank DKI Beri Kredit Murah
Zhao mengungkapkan keputusan yang diambil perusahaan tersebut diambil untuk mendorong Binance menjadi lebih terorganisir menjelang momentum bullish atau naiknya harga kripto berikutnya.
"Kami akan terus membangun dan mudah-mudahan kami akan meningkat lagi sebelum pasar bullish berikutnya," kata Zhao.
Sebagai informasi, momentum bullish di pasar kripto diprediksi akan terjadi pada 2024 yang bertepatan dengan adanya peristitwa Halving Day.
Halving Day adalah peristiwa empat tahun sekali saat jumlah hadiah yang diberikan kepada penambang Bitcoin akan dikurangi setengahnya hingga batas maksimum sebanyak 21 juta unit bitcoin.
Berkurangnya jumlah hadiah yang diberikan kepada penambang pada 2024 akan berdampak terhadap naiknya harga Bitcoin mengingat jumlah pasokan kripto berkode BTC itu akan berkurang di tengah permintaan pasar yang diprediksi semakin meningkat

Laila Ramdhini
Editor
