Nasional

Jokowi Ingin Ibu Kota Baru Jadi Pionir Smart City Rujukan Dunia

  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru bakal menjadi smart city sebagai rujukan dunia.

<p>Pradesain Istana Negara di calon ibu kota baru di Kalimantan Timur / YouTube Presiden Joko Widodo</p>

Pradesain Istana Negara di calon ibu kota baru di Kalimantan Timur / YouTube Presiden Joko Widodo

(Istimewa)

JAKARTA – Dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-50 Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru bakal menjadi smart city sebagai rujukan dunia.

“Mari kita rancang ibu kota baru di Kalimantan Timur menjadi kota dan kawasan yang benar-benar smart desainnya, yang menjadi pionir kota rujukan dunia. Mari kita sama-sama jadikan smart Indonesia,” ujar Jokowi dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden, dikutip Minggu, 18 April 2021.

Presiden menekankan pentingnya membangun kota yang inklusif dan terbuka bagi seluruh warganya. “Misalnya, bagaimana merancang jalan yang aman dan nyaman digunakan untuk pejalan kaki, pesepeda, pengendara motor maupun mobil,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengatakan pentingnya merancang kompleks pertokoan yang tidak eksklusif untuk kelas atas saja, tetapi juga campur dengan komunitas masyarakat bawah. Lalu, pembangunan campuran antara kantor dan tempat tinggal juga penting agar pekerja tidak terlalu jauh dari kantor tinggalnya.

“Bagaimana kita merancang desain kota yang mengamankan sungai dan membuat warganya cinta terhadap sungai-sungainya. Rumah menghadap sungai misalnya, bisa menjadi salah satu cara yang seharusnya tertuang dalam perencanaan,” tambahnya.

Perencanaan juga tidak boleh membuat masyarakat terasing di tanahnya sendiri. Selain itu, penggunaan teknologi juga harus mempertimbangkan kebutuhan hidup masyarakat.

“Jangan sampai perencanaan memicu kemacetan lalu lintas, membuat biaya hidup semakin mahal, dan semakin tidak sehat. Jangan sampai perencanaan hanya silau dengan perkembangan teknologi yang tidak diintegrasikan dengan kebutuhan dasar masyarakat,” jelasnya.

Jokowi menambahkan pembangunan pun harus mempertimbangkan budaya masyarakat, harus mempertimbangkan sejarah, mempertimbangkan struktur ekonomi masyarakat dan banyak aspek-aspek lainnya

Mantan Wali Kota Solo ini yakin desain perencanaan wilayah dan kota yang dirancang dengan matang akan berkontribusi besar terhadap kualitas hidup warganya, lingkungan, serta kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya, maupun terhadap citra Indonesia di mata masyarakat internasional. (SKO)