Nasional

Jadi Sumber Air Ibu Kota Baru, Bendungan Sepaku Semoi Ditargetkan Rampung 2023

  • Bendungan Sepaku Semoi sebagai sumber air baku untuk ibu kota negara (IKN) Nusantara bisa diisi air pada 2023.
<p>Bendungan Tanju di Nusa Tenggara Barat. / Dok. Kementerian PUPR</p>

Bendungan Tanju di Nusa Tenggara Barat. / Dok. Kementerian PUPR

(Istimewa)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Bendungan Sepaku Semoi sebagai sumber air baku untuk ibu kota negara (IKN) Nusantara  sudah bisa diisi air (impounding) pada pertengahan 2023.

Bendungan yang berada di Desa Tengin Baru, Kecamatan sepaku, Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki luas genangan 280 hektare (ha) dan kapasitas tampung mencapai 10,6 juta meter kubik (m3) yang rencananya untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Balikpapan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bendungan ini akan dioptimalkan untuk penyediaan air baru berkapasitas 2.500 liter/detik dan mereduksi banjir hingga 55% mengingat adanya IKN Nusantara.

"Dengan adanya Bendungan Sepaku Semoi penyediaan air baku IKN masih cukup hingga 2030. Nantinya, akan ditambah lagi dengan Bendungan Batu Lepek dan Bendungan Selamayu. Semantara itu, pengendalian banjir di IKN jaringan drainase sedang didesain untuk segera dikerjakan," kata Menteri Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Minggu, 20 Februari 2022.

Hingga pertengahan Februari 2022, progres konstruksi Bendungan Sepaku Semoi mencapai 37% meliputi pekerjaan penyiapan bangunan pelimpah, bangunan pengelak, dan tubuh bendungan meliputi main caver dam.

Pembangunan bendungan akan sesuai dengan kontrak yang ditargetkan rampung pada akhir 2023. Namun, akan dipercepat pembangunan fisik selesai di awal 2023 dan pertengahan 2023 sudah bisa dilakukan pengisian air. 

Pembangunan bendungan ini menggunakan skema kontrak tahun jamak hingga 2023 senilai Rp556 miliar. Kontraktor yang mengerjakan konstruksinya ialah PT Brantas Abipraya-PT Sacna-dan PT BRP kerja sama operasional (KSO).

Selanjutnya, di Provinsi Kalimantan Timur sudah terdapat enam tampungan air. Di Balikpapan, ada tiga waduk yakni Bendungan Manggar berkapasitas tampung 14,2 juta m3, Bendungan Teritip kapasitas tampung 2,43 juta m3, Embung Aji Raden berkapasitas 0,49 juta m3.

Kemudian, Bendungan Samboja di Kutai Kartanegara 5,09 juta m3, Intake Kalhol Sungai Mahakam 0,02 juta m3, dan Bendungan Lempake di Samarinda 0,67 juta m3. 

Bendungan Lepek sendiri memiliki potensi memenuhi kebutuhan air baku sebesar 5.000 liter/detk. Sementara, studi kelayakan Bendungan Selamayu telah dilakukan pada 2021 dengan potensi air baku sebesar 3.950 liter/detik.