Nasional

Irama Pertempuran di Ukraina Timur Mengingatkan Perang Dunia I

  • Pertempuran di Ukraina telah menjadi ritme yang mengingatkan pada perang parit di Perang Dunia Pertama.
pa.jpg

KYIV-Pertempuran di Ukraina telah menjadi ritme yang mengingatkan pada perang parit di Perang Dunia Pertama.

Justin Crump, kepala eksekutif konsultan keamanan Sibylline  mengatakan  konflik telah beruah menjadi  tingkat mikro  dengan Rusia sekarang  beruntung untuk menguasai ladang dalam 24 jam. Ini karena tentara yang bertahan tampaknya memiliki keunggulan dalam pertempuran apa pun saat ini.

Di beberapa tempat hal itu menguntungkan  Ukraina yang mempertahankan wilayah mereka. “Tetapi di tempat lain, cara ini cocok untuk pasukan Rusia yang menduduki kota-kota yang mereka kuasai,” katanya dikutip BBC Rabu 8 Juni 2022.

Perang parit  memang khas dengan  Perang Dunia I. Disebut perang parit karena pasukan membuat lubang memanjang seperti parti yang memberikan perlindungan dari tembakan musuh. Cara ini  berarti kedua belah pihak mengorbankan mobilitas demi mendapatkan perlindungan.

Selama Perang Dunia I, parit dibuat dikembangkan dari bentuk sederhana menjadi sistem yang lebih kompleks dengan garis depan, yang dikenal sebagai parit tembakan dan  garis kedua yang dikenal sebagai parit pendukung. Masih ada  garis ketiga yang dikenal sebagai parit cadangan.

Parit-parit ini dihubungkan oleh parit-parit komunikasi yang memungkinkan orang-orang berlari di antara garis-garis, tanpa harus melewati tanah terbuka. 

Crump yang  mantan prajurit Angkatan Darat Inggris ini mengatakan Rusia  kemungkinan akan  merebut Severodonetsk dan kemudian sisa wilayah Donbas timur untuk menyatakan  kemenangan.

Dia memperkirakan Kremlin selanjutnya akan mengarahkan pandangannya ke Zaporizhzhia, kemudian melakukan upaya baru di Kharkiv dan berusaha untuk merebut Odesa di pantai selatan.

Biaya tinggi

Perang atrisi gaya Rusia telah terlihat berhasil dan akan terus dilakukan. Namun konsekuensinya Rusia harus membayar biaya perang yang cukup besar. Belum lagi korban manusia.

Perang juga akan berlangsung lama karena  Rusia  terlihat  hanya dapat menyerang dengan sukses pada satu poros pada satu waktu. Itu artinya mereka tidak bisa melakukan pertempuran dalam banyak zona.

Sementara dari  perspektif Ukraina, sumbangan senjata  pesifikasi tinggi dari negara-negara Barat  seperti peluncur roket  bukanlah “peluru perak. Karena sifat konflik saat ini,senjata itu menjadi kurang tepat. Crump juga mempertanyakan  tentang seberapa lama negara-negara Barat mempertahankan dukungan mereka untuk Ukraina.

Tetapi Rusia tidak dapat meninggalkan garis depan yang dikuasai saat ini. Hal tersebut karena Ukraina  menolak untuk menyerahkan wilayah yang saat ini berada di tangan musuhnya. Ini akan menjadikan konflik berjalan panjang dan kemungkinan akan menemui titik buntu.

Pertempuran untuk memperebutkan Kota Severdonetsk sendiri masih terus berlangsug. Pejabat Ukraina  mengatakan pasukan mereka kesulitan untuk melawan  serangan Rusia. Tetapi kendali atas kota tersebut belum sepenuhnya lepas.

Sebelumnya, walikota Severdonetsk, Oleksandr Stryuk memperingatkan  Rusia bertujuan untuk merebut kota dengan lebih banyak pasukan. Sementara pasukan Ukraina telah  memperkuat posisi mereka dan mempertahankan garis pertempuran.

Tags: