Nasional

Inilah Berbagai Tantangan dari Penerapan ESG di Indonesia

  • Inilah berbagai tantangan sekaligus hal-hal yang dapat diperbaiki dari penerapan ESG di Indonesia.
Ketahui Sejarah Munculnya Konsep ESG di Dunia
Ilustrasi ESG. (Freepik.com/redgreystock)

JAKARTA - ESG (environmental, social, and governance) adalah suatu pilar kerangka kerja yang melibatkan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Penerapan ESG di perusahaan sangat penting untuk dilakukan hal ini karena baik konsumen, pekerja, investor, atau generasi muda cenderung memilih perusahaan yang mampu memberikan dampak yang positif dan memperoleh keuntungan dengan cara yang baik.

Seperti yang dikutip dari laman Social Investment Indonesia pada 27 Juni 2023, berdasarkan hasil survei di kalangan global yang beragam ditemukan bahwa generasi Z dan milenial justru menunjukkan minat, aspirasi, dan motivasi yang lebih tinggi terkait aspek yang berkelanjutan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Faktor-faktor seperti kondisi lingkungan dan sosial, serta penggunaan media sosial, berperan dalam meningkatkan minat tersebut. 

Penerapan ESG di Indonesia

Di Indonesia sendiri perkembangan penerapan ESG juga terus meningkat. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya investasi berkelanjutan yang melibatkan aspek penting dari ESG. Perusahaan yang mampu menerapkan aspek-aspek ESG dengan baik akan memiliki insight yang tajam mengenai isu-isu strategis jangka panjang. Hal ini tentu akan berdampak positif pada pengelolaan tujuan jangka panjang perusahaan.

Selain itu, seperti yang dilansir dari laman Kemenko Perekonomian Republik Indonesia, saat ini mulai banyak investor dan pengambil kebijakan yang menyadari pentingnya investasi terhadap bisnis yang menerapkan langkah-langkah Environment, Social, and Governance (ESG) dengan tujuan melindungi bisnis dari risiko yang tak terduga di masa depan. Investasi dengan tema ESG juga mengalami tren peningkatan seiring semakin pedulinya investor terhadap isu-isu keberlanjutan.  

Komitmen Pemerintah Indonesia juga turut dibuktikan dengan masuknya topik Transisi Energi sebagai salah satu isu prioritas Presidensi G20. Pemerintah Indonesia juga menyadari bahwa untuk menghadapi berbagai tantangan dunia, serta di tengah upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, dibutuhkan sinergi dan kerja sama erat antara pemerintah dengan dunia usaha. Seperti yang dikutip dari laman Kemenko Perekonomian Republik Indonesia, Menko Airlangga mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia siap menerapkan prinsip-prinsip ESG untuk mendukung infrastruktur berkelanjutan dan tangguh, namun dibutuhkan pula peranan sektor swasta dalam mengadaptasi standar-standar kualitas SDG.

Perusahaan yang mampu menerapkan aspek-aspek ESG dengan baik akan memiliki insight yang tajam mengenai isu-isu strategis jangka panjang. Hal ini tentu akan berdampak positif pada pengelolaan tujuan jangka panjang perusahaan.

Tantangan dalam Penerapan ESG

Dari riset yang dilakukan oleh Mandiri Institute terhadap manajer aset di Indonesia, dalam sebuah survei menunjukkan bahwa masih terbatasnya pengetahuan tentang dampak dari ESG dalam sebuah perbaikan keputusan investasi. Selain itu, survei tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman dan kesulitan mendapatkan sumber data mengenai ESG. 

Tidak hanya itu, riset dari Mandiri Institute juga menyebutkan bahwa ada berbagai tantangan lainnya dalam menerapkan ESG seperti berikut.

  1. Kesulitan menentukan kriteria.
  2. Kesulitan mengintegrasikan faktor ESG ke dalam model kuantitatif.
  3. Kurangnya insentif berupa proyek, pendanaan, dan kebijakan ESG.
  4. ESG dinilai tidak memiliki kontribusi keuangan yang signifikan bagi perusahaan.
  5. Belum relevan dengan kondisi perusahaan saat ini.
  6. Kurangnya permintaan dari pemangku kepentingan.
  7. Keuntungan jangka panjang yang relatif terbatas bagi perusahaan.

Hal-hal yang Harus Diperbaiki dari Penerapan ESG di Indonesia

Seperti yang ditelusuri dari laporan IFLR pada Selasa, 27 Juni 2023, penerapan ESG (Environmental, Social, and Governance) di Indonesia masih memiliki beberapa hal yang perlu diperbaiki. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Kepatuhan Terhadap Peraturan

Meskipun peraturan terkait ESG telah ada di Indonesia, mungkin diperlukan adanya penegakan yang lebih ketat untuk memastikan perusahaan mematuhi standar dan persyaratan yang telah ditetapkan. Hal ini dapat mencakup sanksi yang lebih tegas bagi pelanggar serta insentif bagi perusahaan yang aktif dalam praktik keberlanjutan.

2. Kesadaran dan Pemahaman Terhadap Isu ESG

Penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang ESG di kalangan perusahaan, investor, dan masyarakat luas. Hal ini mungkin bisa tercapai dengan memberikan pelatihan mengenai manfaat dan implementasi praktik keberlanjutan untuk memastikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep dan pelaksanaan ESG.

3. Peran Aktif Pemerintah dan Regulator

Pemerintah perlu berperan aktif dalam upaya mendorong dan memfasilitasi penerapan ESG di Indonesia. Hal ini bisa jadi dengan melibatkan pembentukan kebijakan yang mendukung praktik keberlanjutan, memperkuat kerangka peraturan yang ada, serta memberikan insentif dan fasilitas bagi perusahaan yang memiliki kinerja baik dalam aspek ESG.