Ini 3 Lokasi Kawasan Wisata Kota Kupang yang Telah Rampung Penataannya
- PT Brantas Abipraya (Persero) telah merampungkan pengerjaan penataan kawasan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Liza Zahara
Author


JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) telah merampungkan pengerjaan tiga titik lokasi penataan kawasan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan telah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 24 Maret 2022.
Penataan kawasan tersebut semakin membuat Kota Kupang terlihat indah dan dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.
Sekretaris Brantas Abipraya Miftakhul Anas mengatakan, penataan kawasan ini sebagai bentuk kontribusi Abipraya membangun kawasan Kota Kupang agar terlihat lebih indah dan rapih.
- Tenaga Honorer Resmi Dihapus, Berikut Syarat Diangkat Jadi PNS yang Harus Diketahui
- Asyik! Jalan Tol Cisumdawu Seksi 2 dan 3 Hampir Selesai, Ditarget Beroperasi Agustus 2022
- 7 Negara dengan Konsumsi Minyak Sawit Terbesar, Indonesia Nomor Wahid
"Harapan setelah penataan dilakukan dapat menambah kenyamanan masyarakat sekitar dan mengundang lebih banyak lagi wisatawan," kata Miftakhul dikutip dari keterangan resmi, Senin, 13 Juni 2022.
Berikut tiga titik lokasi pengerjaan penataan kawasan oleh Brantas Abipraya:
Penataan Kawasan LLBK
Pengerjaan pada kawasan Pantai Lai-Lai Besi Kopan (LLBK) meliputi peningkatan kualitas ruang terbuka dan menata pedagang kaki lima (PKL) dengan merampungkan 44 kios.
Kemudian Brantas Abipraya juga telah renovasi haritage harbour, Jetty pedagang, promenade, Gazebo Rumbia, landmark tugu selamat datang, sea wall & toe protection, Pier & View Deck, stepping plaza, jalan Cobble Stone dan drainase.
Penataan Kawasan Kelapa Lima
Sedangkan pada kawasan ini telah dilakukan penataan dengan mengembalikan view ke arah pantai dan memaksimalkan ruang terbuka.
Tidak hanya itu, perseroan juga membangun bangunan pusat kuliner, panggung budaya, dermaga, hingga gazebo berbentuk sasando di sentra penjualan ikan dan secara eksisting sudah memiliki jalan.
Penataan Jalan Frans Seda
Penataan Jalan Frans Seda dilakukan pada 3 koridor yang merupakan jalan nasional serta berfungsi sebagai jalan utama kota.
Pengerjaan pada jalan nasional ini berupa memaksimalkan kualitas ruang terbuka, lansekap kawasan, merampungkan pekerjaan pedestarian, streat furniture, dan drainase.

Liza Zahara
Editor
