Nasional

Harga Minyak Dunia Rebound Susul Meredanya Ketegangan Rusia-Ukraina

  • Harga minyak dunia rebound usai mengalami penurunan yang disebabkan oleh meredanya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina. Harga minyak mentah dunia di pasar berjangka WTI hari ini dibuka pada level US$90,9 per berel setelah sebelumnya sempat mengalami penguatan hingga US$95,82 per barel pada Senin, 14 Februari 2022 lalu.
<p>Ilustrasi harga komoditas minyak mentah dunia / Shutterstock</p>

Ilustrasi harga komoditas minyak mentah dunia / Shutterstock

(Istimewa)

JAKARTA – Harga minyak dunia rebound usai mengalami penurunan yang disebabkan oleh meredanya ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina. Harga minyak mentah dunia di pasar berjangka WTI hari ini dibuka pada level US$90,9 per berel setelah sebelumnya sempat mengalami penguatan hingga US$95,82 per barel pada Senin, 14 Februari 2022 lalu.

Penurunan harga minyak dunia terjadi ditengah hubungan geopolitk Rusia-Ukraina yang sebelumnya sempat memanas.  Sempat tersirat kabar bahwa Rusia akan melakukan penyerangan dan invasi ke Ukraina pada Rabu, 16 Februari 2022. Namun hal itu dibantah Rusia dengan ditandai adanya penarikan pasukan mereka dari wilayah perbatasan.

Sementara itu, merebaknya COVID-19 varian omicron juga disebut memengaruhi penurunan harga minyak dunia yang kini mulai mereda dan melakukan konsolidasi usai rebound pada level US$90,72 per barel pada Rabu malam pukul 20:00 WIB.

Secara year-to-date (ytd) harga minyak mentah dunia di pasar bernjangka WTI terhitung telah mengalami lonjakan hinngga sebesar 22,37% atau US$16,75 per barel sejak awal tahun 2022. 

Merujuk laman Trade Economics, harga minyak mentah dunia diproyeksikan akan berada pada level US$89,33 per barel sampai dengan akhir kuartal pertama di tahun ini. Hal itu atas kalkulasi dari sejumlah indikator makro global dan ekspetasi para analis.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Noto Negoro mengatakan bahwa harga minyak mentah dunia akan tinggi berada pada rentan harga US$90-100 per barel sampai dengan akhir tahun 2022.

“Kami melihatnya secara rata-rata sampai dengan akhir 2022 harga akan berada pada rentan US$90-100 per barelnya,” ujar Komaidi kepada trenasia.com Kamis, 17 Februari 2022.

Adapaun Komaidi juga menyebut bahwa persoalan mengenai geopolitk yang terjadi antara Rusia-Ukraina serta pandemi COVID-19 masih menjadi sentimen utama yang akan memengaruhi pergerakan harga minyak mentah dunia selama tahun 2022.

“Yang paling utama geopolitik (non-fundamental) dan COVID-19 (fundamental). Redanya ketegangan antara Rusia-Ukraina dapat memperbaiki pasokan, sementara redanya COVID-19 akan meningkatkan konsumsi,” tambah Komaidi.

Berdasarkan laporan International Energy Agency (IEA) pada Januari 2022, terdapat peningkatan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia sebesar 200.000 barel per hari menjadi 5,5 juta barel per hari pada 2021 dan 3,3 juta barel per hari pada 2022.

Rusia sendiri merupakan salah satu produsen minyak mentah terbesar di dunia yang memiliki kemampuan rata-rata produksi hingga mencapai sekitar 11,2 juta barel per hari.