Gara-Gara Corona, Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo Anjlok 83 Persen Sepanjang 2020
Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo mengalami penurunan sebesar 83 % sepanjang tahun pandemi 2020 dibandingkan dengan tahun 2019.

Laila Ramdhini
Author


JAKARTA – Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo (BPOLBF) mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo mengalami penurunan sebesar 83 % sepanjang tahun pandemi 2020 dibandingkan dengan tahun 2019.
“Pada 2019 jumlah wisatawan mencapai 156.171 orang, tetapi pada 2020 hanya mencapai 44.543 orang,” kata Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina,
Untuk itu, pihaknya menggelar promosi pariwisata Labuan Bajo melalui tarian kontemporer Animal Pop Komodo di MRT Bundaran HI Jakarta sekaligus mengampanyekan tagar rindulabuanbajo.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Ia mengatakan dengan tarian serta kampanye #rindulabuanbajo diharapkan wisatawan bisa lebih banyak berkunjung ke kawasan itu dan tidak hanya mengenal bahwa Labuan Bajo itu tidak hanya wisata Komodonya.
Shana juga menambahkan tarian Animal Pop Komodo dalam rangka mengampanyekan #rindulabuanbajoi juga diharapkan mampu mendorong penyebaran informasi terkait potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo Flores.
Dengan tagar #rindulabuanbajo, pihaknya ingin memperkenalkan kepada masyarakat luas bahwa Labuan Bajo tidak hanya Komodo, tapi ada desa wisata, produk ekonomi kreatif, serta kuliner menarik.
“Sehingga Labuan Bajo memang untuk semua (kalangan) dan kalau ingin mendapatkan pengalaman wisata berkualitas datanglah ke Labuan Bajo,” kata Shana Fatina.
Gerakan ini juga mendorong Labuan Bajo sebagai lokasi event, serta mendukung kampanye Bangga Buatan Indonesia untuk produk UMKM Labuan Bajo Flores.
Selain itu, Shana mengungkapkan #rindulabuanbajo dikampanyekan untuk mendengungkan nama Labuan Bajo agar selalu diingat sebagai destinasi wisata yang harus dikunjungi setelah aktivitas pariwisata pulih kembali.
“Kampanye #rindulabuanbajo ini sekaligus untuk mengingatkan masyarakat terutama para wisatawan bahwa Labuan Bajo harus masuk dalam bucket list kunjungan mereka begitu aktivitas pariwisata pulih kembali,” ujarnya. (LRD)
