Gantikan Shell di Blok Masela, Pertamina Bakal Bentuk Konsorsium Dengan Petronas
- PT Pertamina (Persero) bersama Petronas atau perusahaan asal Malaysia akan membentuk konsorsium untuk mengelola blok abadi Masela, di mana keduanya disebut akan menggantikan Shell yang hengkang dari blok tersebut.

Debrinata Rizky
Author


JAKARTA - PT Pertamina (Persero) bersama Petronas atau perusahaan asal Malaysia akan membentuk konsorsium untuk mengelola blok abadi Masela, di mana keduanya disebut akan menggantikan Shell yang hengkang dari blok tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji Kementerian ESDM ini mengungkapkan, hingga saat ini keduanya masih dalam proses maju bersama untuk menjalankan konsorsium.
"Untuk Masela, Pertamina sudah kerja sama dengan Petronas udah maju bareng," katanya saat ditemui di Kantor BPH Migas pada Senin, 10 April 2023.
- 4 Cara Meningkatkan Fokus Menurut Ahli
- 4 Cara Tetap Terlihat PeDe Meskipun Anda Sebenarnya Tidak
- Segera Uninstall! Inilah 3 Aplikasi yang Menguras Baterai Ponsel Anda
Namun diakui Tutuka, hingga saat ini keduanya masih dalam proses menyatukan persamaan angka dan mengajukan penawaran. Terkait akuisisi saham sebesar 35% yang ditinggalkan Shell di Blok tersebut kata Tutuka, keduanya belum sampai di tahap tersebut.
Dirjen Migas Kementerian ESDM ini mengatakan, jika semua proses baik angka hingga penawaran yang diajukan keduanya telah sama disetujui, baru nantinya keduanya akan membagi jumlah porsi saham yang ada.
"Sekarang baru diproses untuk itu mereka harus satu angka itu, kalau mereka masing-masing angkanya beda masih tidak bisa.. masih proses terus," lanjutnya
Sebelumnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta PT Pertamina (Persero) segera menuntaskan tahapan proses alih kelola pada Blok Masela. Arifin berharap, Pertamina dapat menyelesaikan akuisisi saham sebesar 35% yang ditinggalkan Shell di Blok tersebut pada April 2023 sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Targetnya April, jangan mundur mundur lagi," katanya kepada awal media di Kementerian ESDM pada Jumat, 31 Maret 2023.

Yosi Winosa
Editor
