Dunia Usaha Belum Pulih, Banggar DPR Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2022 Hanya 4 Persen
Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 sebesar 5% year on year (yoy) sulit tercapai.

Muhamad Arfan Septiawan
Author


Warga melintas di dekat pertokoan Pasar Tanah Abang yang tutup saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jakarta, Senin, 5 Juli 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 sebesar 5% year on year (yoy) sulit tercapai. Wakil Ketua Banggar DPR RI Muhidin menyebut hal ini disebabkan geliat dunia usaha masih terhambat pandemi COVID-19.
Muhidin mengatakan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2022 berpotensi berakhir di level 4% yoy bila target pertumbuhan ekonomi pada tahun ini meleset.
“Kita harapkan tahun depan ekonomi bisa tumbuh di atas 5% yoy. Tapi pertimbangan laju pertumbuhan ekonomi tahun ini masih menjadi penentu, apakah target tahun 2022 bisa tercapai atau tidak,” kata Muhidin dalam Sidang Paripurna DPR RI, Selasa, 6 Juli 2021.
Maka dari itu, DPR mendorong pemerintah dapat merealisasikan pertumbuhan ekonomi minimal 4% yoy pada tahun ini. Bila pemulihan ekonomi semakin melambat, Muhidin menyatakan, akan sulit bagi Indonesia untuk lepas dari middle income trap pada 2045.
Banggar juga mendorong pemerintah untuk menjaga tingkat konsumsi rumah tangga masyarakat menengah ke bawah dengan melanjutkan stimulus counter cyclical pada 2022. Selain itu, Banggar DPR dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyepakati sejumlah asumsi makro untuk 2022.
Laju Inflasi disepakati berada di kisaran 2%-4% yoy. Lalu, tingkat bunga Surat Utang Negara (SUN) diupayakan stabil berada di angka 6,32%-7,27%, nilai tukar rupiah di level Rp13.900-Rp14.800, hingga harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$5-US$70.
Lalu, lifting minyak bumi yang dipatok 650.000-750.000 per hari dan lifting gas bumi sebesar 1,03 juta-1,2 juta barel per hari. (LRD)
