CVR Berisi Rekaman Percakapan Pilot Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan
JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan tim penyelam telah menemukan Cockpit Voice recorder (CVR) atau rekaman percakapan pilot pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. Budi mengatakan CVR telah ditemukan pada Selasa malam, 30 Maret 2020, pukul 20.00 WIB. “Semalam pukul 20.00 WIB ditemukan CVR dari tempat tak jauh dari […]

Reky Arfal
Author


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono saat serah terima black box Flight Data Recorder (FDR) kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan tim penyelam telah menemukan Cockpit Voice recorder (CVR) atau rekaman percakapan pilot pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
Budi mengatakan CVR telah ditemukan pada Selasa malam, 30 Maret 2020, pukul 20.00 WIB.
“Semalam pukul 20.00 WIB ditemukan CVR dari tempat tak jauh dari penemuan FDR,” kataBudi dalam konferensi pers di Terminal JICT, Rabu 31 Maret 2021.
- Impor LPG Tembus Rp60 Triliun, Erick Thohir Rayu Masyarakat Pakai Kompor Listrik
- Sri Mulyani Cari Utang Tapi Tak Penuhi Target, Kupon Bunga RI Tak Menarik?
- Lagi.. Deposito Nasabah Bank Mega Milik Konglomerat Chairul Tanjung Hilang Rp56 Miliar
Dengan penemuan ini, diharapkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera melakukan investigasi dan menemukan penyebab pasti jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
“Kami sangat bersyukur dengan temuan ini. Apa yang ditemukan itu adalah upaya untuk mendapatkan data-data yang lebih baik,” katanya.
Seperti diketahui sebelumnya, pada 9 Januari 2021, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak dilaporkan hilang kontak. Pesawat kehilangan kontak di atas Kepulauan Seribu.
Pesawat rute Jakarta-Pontianak tersebut berisi 56 orang yang terdiri dari 50 penumpang dan 6 awak pesawat, sedangkan 50 penumpang terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.
