Nasional

Bertemu Shoigu, Prabowo Bahas Isu Strategis Indonesia-Rusia

  • Salah satu topik utama yang dibahas adalah penguatan kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan.
sergei shoigu.jpg
Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, bertemu Presiden Prabowo Subianto (youtube sekretariat negara)

JAKARTA - Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu melakukan kunjungan kerja ke Indonesia pada Selasa 25 Februari 2024. Kunjungan ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan bilateral antara kedua negara, terutama di bidang keamanan, pertahanan, dan kerja sama strategis lainnya. 

Shoigu disambut Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta. Sebelumnya kedatangan Sergei Shoigu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta disambut oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchyonov, serta pejabat Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI, Vitto R. Tahar. 

Shoigu kemudian melanjutkan perjalanan menuju Istana Merdeka, tempat ia tiba pukul 12.39 WIB.  Di Istana Merdeka, Shoigu disambut dengan upacara resmi oleh Pasukan Cordon yang diiringi tiupan terompet.

"Terima kasih atas kedatangan Yang Mulia. Kita sahabat lama, dan saya sangat gembira Yang Mulia ke sini, tapi sayangnya tidak lama. Saya ingin sekali mengadakan jamuan untuk Yang Mulia, tapi waktunya tidak memungkinkan," jelas Presiden Prabowo di Ruang Jepara Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2024.

Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Shoigu, didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat.

Prabowo sempat menanyakan kabar Presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan nada bersahabat. Setelah berfoto bersama, kedua pemimpin melanjutkan pertemuan ke Ruang Kredensial untuk membahas agenda-agenda penting. 

"Bagaimana sahabat saya Presiden Putin? Sehat?" tanya Prabowo kepada Shoigu dengan nada bersahabat.

Shoigu juga menyerahkan sebuah map berisi dokumen kepada Presiden Prabowo, yang diduga terkait dengan kerja sama kedua negara.  

Topik Pembahasan Prabowo-Shoigu

Kunjungan Sergei Shoigu ke Indonesia bukan sekadar kunjungan kenegaraan biasa. Sebagai pemimpin delegasi dari berbagai lembaga strategis Rusia, Shoigu membawa agenda-agenda penting yang mencakup kerja sama di bidang keamanan, pertahanan, serta isu-isu global yang menjadi kepentingan bersama.  

Dilansir laman kantor berita asal Rusia, Tass, salah satu topik utama yang dibahas adalah penguatan kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan. Indonesia dan Rusia memiliki sejarah panjang dalam kerja sama militer, termasuk pembelian alutsista dan pelatihan personel. 

Kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi ini guna menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks, seperti terorisme, kejahatan lintas negara, dan konflik regional.  

Selain keamanan, Shoigu dan Prabowo juga membahas peluang kerja sama di bidang lain, seperti energi, teknologi, dan investasi. 

Rusia, sebagai salah satu kekuatan global di bidang energi, menawarkan kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan dan nuklir sipil. Sementara itu, Indonesia menawarkan potensi investasi di sektor infrastruktur dan sumber daya alam.  

Pertemuan ini juga menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai isu-isu internasional dan regional yang sedang hangat, seperti situasi di Ukraina, ketegangan di Laut China Selatan, serta upaya menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. 

Setelah Indonesia, Sergei Shoigu akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Malaysia hingga 28 Februari 2025.

Pengaruh Shoigu di Rusia

Sergei Shoigu memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan Rusia, terutama di bidang militer dan keamanan nasional. Sebagai Menteri Pertahanan dari 2012 hingga 2024, ia memimpin modernisasi militer Rusia, meningkatkan anggaran pertahanan, serta mengembangkan teknologi persenjataan canggih. 

Setelah meninggalkan posisi tersebut, Shoigu tetap berada di lingkaran kekuasaan dengan menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, sebuah posisi strategis yang mengawasi kebijakan pertahanan dan keamanan nasional.

Kedekatan Shoigu dengan Presiden Vladimir Putin juga menjadi faktor utama yang memperkuat pengaruhnya. Ia dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Putin dan sering terlihat mendampingi sang presiden dalam berbagai kesempatan, termasuk perjalanan ke Siberia. 

Loyalitas dan kedekatannya dengan Putin menjadikannya salah satu tokoh penting dalam pemerintahan Rusia, meskipun ia tidak lagi menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Di bidang militer, Shoigu memainkan peran kunci dalam berbagai kebijakan strategis Rusia. Ia terlibat dalam aneksasi Krimea pada 2014, operasi militer Rusia di Suriah, serta invasi ke Ukraina yang dimulai pada 2022. 

Di bawah kepemimpinannya, militer Rusia mengalami ekspansi besar-besaran, meskipun juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk sanksi ekonomi Barat dan tekanan internasional akibat kebijakan agresif Moskow.

Sebagai figur militer yang populer, Shoigu memiliki citra sebagai pemimpin tegas dan nasionalis. Namanya sempat disebut sebagai salah satu kandidat potensial penerus Putin, meskipun belum ada indikasi jelas mengenai hal tersebut. 

Meskipun kehilangan jabatan Menteri Pertahanan pada 2024, ia tetap menjadi sosok berpengaruh dalam kebijakan keamanan dan pertahanan Rusia melalui posisinya di Dewan Keamanan.