Nasional

Bangun Tol Semarang-Demak, Kementerian PUPR Bakal Relokasi Kawasan Mangrove

  • Terdapat 3 lokasi kawasan mangrove yang akan direlokasi dengan total luas kurang lebih 46 hektare.

<p>Desa wisata bahari mangrove/maritim.go.id</p>

Desa wisata bahari mangrove/maritim.go.id

(Istimewa)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun tol penghubung Semarang-Demak.

Pembuatan infrastruktur ini tak hanya bertujuan meningkatkan ekonomi. Prinsip pembangunan berbasis lingkungan tetap diterapkan oleh PUPR.

“Prinsip-prinsip pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan dan berkelanjutan menjadi komitmen Kementerian PUPR mulai dari tahap survei, investigasi, desain, pembebasan tanah (land acquisition), konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan (SIDLACOM),” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, Senin, 5 April 2021.

Guna meminimalisir dampak lingkungan akibat pembangunan tol ini, PUPR telah menyiapkan program relokasi lahan untuk sejumlah kawasan mangrove yang terdampak.

Tercatat ada 3 kawasan mangrove yang akan direlokasi dengan luas total sekitar 46 hektar pada pembangunan seksi 1 tol Semarang-Demak ruas Semarang-Sayung.

Upaya pelesatarian kawasan mangrove tersebut bertujuan untuk mempertahankan fungsi hutan bakau sebagai habitat flora dan fauna di pesisir Pantai Utara Jawa.

Basuki juga menambahkan sistem akar pohon bakau yang kokoh membantu membentuk penghalang alami terhadap gelombang badai dan banjir. Sedimen sungai dan darat terperangkap oleh akar lalu melindungi daerah garis pantai dan memperlambat abrasi.

Tol Semarang-Demak dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sepanjang 27 kilometer (km). Tol ini akan terintegrasi dengan Tanggul Laut Kota Semarang sekaligus untuk menanggulangi rob yang kerap terjadi di Semarang.

Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak terbagi menjadi dua seksi, yakni seksi 1 (Semarang/Kaligawe-Sayung) sepanjang 10,69 km yang merupakan dukungan pemerintah. Lalu, seksi 2 (Sayung-Demak) yang merupakan tanggung jawab PT Pembangunan Perumahan Semarang-Demak dengan total  nilai investasi sekitar Rp 15,3 triliun.

Pembangunan tol dilaksanakan oleh kerja sama operasional (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP).

Hingga 24 Januari 2021, pembangunan seksi 1 Semarang-Sayung mulai memasuki tahap pembebasan lahan sekitar 2,29%. Sementara itu, seksi 2 Sayung-Demak sudah mencapai 36% proses pembangunan.

Keberadaan Tol Semarang-Demak akan meningkatkan konektivitas di wilayah Jawa Tengah bagian utara sekaligus menghubungkan kawasan-kawasan strategis seperti pelabuhan, bandara, kawasan industri, dan kawasan pariwisata, khususnya Demak sebagai kawasan wisata religi.(RCS)