Nasional

Alihkelola Blok Masela Alot, RI Siap Lawan Shell di Arbitrase?

  • Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan kajian terkait kemungkinan Blok Masela akan dikembalikan ke negara. Imbas alotnya Shell yang tidak kunjung melepas atau divestasi hak partisipasinya  Blok tersebut.

JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan kajian terkait kemungkinan Blok Masela akan dikembalikan ke negara. Imbas alotnya Shell yang tidak kunjung melepas atau divestasi hak partisipasinya  Blok tersebut.

Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, seharusnya pengembangan Blok masela jalan dalam waktu 5 tahun. Namun karena alotnya proses yang ada dan adanya risiko Arbitrase akan dikaji oleh Kementerian ESDM.

"Kita lihat saja nanti adu kuatnya bagaimana jika arbitrase. Kita sekarang juga sedang review," katanya  kepada awak media di kantor Kementerian ESDM beberapa waktu lalu.

Menurut Arifin, lagi-lagi proses negosiasi masalah harga yang belum menemukan titik temu adalah alasan utama alihkelola ini masih sajaa alot dan tak kunjung berposes. Meski demikian, Arifin tak akan membiarkan proyek strategis nasional (PSN) tersebut terbengkalai karena tertunda proses divestasi Shell. Jika tak ada perkembangan di tahun 2024, PI Blok Masela berpotensi kembali dimiliki negara.

Bahkan jika memungkinkan, Arifin juga membuka peluang untuk melelang kembali Blok Masela. Menteri ESDM ini mengaku siap jika harus bersengketa dengan Shell di arbitrase internasional. 

Sekedar informasi Arbitrase secara bahasa berasal dari kata arbitrare (latin) yang berarti kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu perkara berdasarkan kebijaksanaan. Arbitrase merupakan penyerahan sengketa secara sukarela kepada pihak ketiga yang netral.