Nasional

95 Juta Pekerjaan Baru akan Muncul, 85 Juta akan Hilang

  • JAKARTA – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan, disrupsi ekonomi dan transformasi bidang ketenagakerjaan mengakibatkan banyak jenis usaha dan pekerjaan yang tidak berkembang, bahkan hilang. Mengutip laporan terbaru World Economic Forum (WEF) Ida menyebut akan ada 95 juta pekerjaan baru diperkirakan akan tumbuh dan 85 juta pekerjaan lama akan berkurang dan hilang. “Hal ini pada […]

<p>Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengatakan, disrupsi ekonomi dan transformasi bidang ketenagakerjaan mengakibatkan banyak jenis usaha dan pekerjaan yang tidak berkembang, bahkan hilang.

Mengutip laporan terbaru World Economic Forum (WEF) Ida menyebut akan ada 95 juta pekerjaan baru diperkirakan akan tumbuh dan 85 juta pekerjaan lama akan berkurang dan hilang.

“Hal ini pada akhirnya akan mengubah profil dan skill tenaga kerja yang dibutuhkan di masa depan,” kata Ida saat menghadiri acara Hari Ulang Tahun Serikat Pekerja BNI ke-22 di Jakarta Rabu 3 Maret 2021.

Ida menambahkan untuk mengantisipasi kondisi tersebut pemerintah membentuk regulasi yang mampu menghadirkan perubahan struktur ekonomi yang dapat menggerakkan sektor investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Hal ini dilakukan dengan diundangkannya Undang-Undang Cipta Kerja beserta Peraturan Pelaksanaannya.

“Kesadaran pelaku usaha dan serikat pekerja untuk berinvestasi pada peningkatan kapasitas pekerja/buruh akan sangat penting demi peningkatan produktivitas perusahaan,” katanya.

Bersinergi

Kementerian Ketenagakerjaan mengajak seluruh stakeholders ketenagakerjaan, termasuk Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) untuk menjadi mitra pemerintah yang konstruktif dan visioner.

Di bagian lain Ida menuturkan, sudah saatnya SP/SB bersama pemerintah dan para pelaku usaha bersinergi menghadapi transformasi era revolusi industri 4.0, dengan meningkatkan pendidikan dan keterampilan yang lebih inklusif bagi para pekerja/buruh.

“Dengan adanya usaha dan sinergi dari kita semua, target agar SDM pekerja Indonesia berkualitas dan mampu bersaing di pasar industri dunia demi mendukung Indonesia masuk ke dalam 10 negara ekonomi terkuat di dunia akan bisa terwujud,” kata Ida dalam keterangan resmi yang dikutip, Kamis 4 Maret 2021.

Pada kesempatan tersebut, Ida berharap agar serikat pekerja BNI dapat menjadi wadah organisasi pekerja yang terus meningkatkan peran sebagai organisasi.

“Saya berharap Serikat Pekerja BNI bisa terus menjadi mitra pemerintah dalam rangka memberi solusi yang konstruktif dan visioner khususnya di sektor ketenagakerjaan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BNI (Persero) Tbk. Royke Tumilaar, menambahkan, BNI dapat terus beradaptasi dan terus menumbuhkan bisnis dengan fokus pada penguatan perseroan, serta program transformasi BNI yang berbasiskan Value Race yaitu Risk, Culture, Agile dan Collaboration.

“Saya menyakini BNI dapat bersaing dengan kompetitor dan tumbuh menjadi kokoh seperti yang saat ini,” ucap Royke Tumilaar.