Varian COVID-19 Semakin Banyak, Ini Kata Ahli Soal Efektivitas Vaksin AstraZeneca
- Menurut data Kementerian Kesehatan, Indonesia sudah mendapat 3 jenis varian COVID-19 dari luar negeri, yaitu B117 (Inggris), B1617 (India), dan B1351...

Reky Arfal
Author
JAKARTA – Vaksin COVID-19 kontroversial, AstraZeneca batch CTMAV547, dihentikan sementara peredarannya dari publik dan sedang dikaji ulang toksisitas dan sterilisasinya.
Meski begitu, vaksin AstraZeneca batch lain masih bisa digunakan. Terlepas dari isu efek samping vaksin AstraZeneca yang lumayan berat pada sebagian orang, bahkan diduga menyebabkan kematian, beredar kabar terkait keampuhan vaksin AstraZeneca melindungi tubuh dari paparan varian COVID-19.
Menurut data Kementerian Kesehatan, Indonesia sudah mendapat 3 jenis varian COVID-19 dari luar negeri, yaitu B117 (Inggris), B1617 (India), dan B1351 (Afrika Selatan), dengan 26 kasus, 1 korban jiwa di Pulau Bali.
Dokter Spesialis Paru Erlina Burhan menjelaskan soal vaksin AstraZeneca yang dipergunakan pemerintah sebagai bagian dari vaksinasi nasional masih cukup efektif melawan varian COVID-19.
“Vaksin AstraZeneca tetap memberikan proteksi pada penerimanya walau terjadi penurunan yang sangat kecil pada paparan varian COVID-19,” terangnya secara virtual, Jumat 21 Mei 2021.
Ia menerangkan vaksin AstraZeneca mempunyai efikasi terhadap varian B117 asal Inggris dengan efikasi yang sama dibandingkan galur utama virus.
- BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Blitar Magnitudo 5,9
- Awas Terjebak! Kenali Ciri-Ciri Pinjol Ilegal
- Sumbangan Sektor Energi ke Investasi Nasional Capai Rp155,9 Triliun
Sedangkan proteksi yang diberikan oleh vaksin AstraZeneca terhadap varian Afrika Selatan ini minimal terhadap COVID-19 ringan hingga sedang. Pencegahan COVID-19 berat ditunjukkan pada model hewan.
“Analisis klinis lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas vaksin dalam mencegah COVID-19 berat,” tulis laporan yang dipaparkan dr Erlina.
Kemudian, varian P1 yang berasal dari Brasil menunjukkan data efek penetralan yang serupa pada varian P1 dibandingkan dengan varian Victoria dan UK menunjukkan level proteksi yang serupa mungkin dapat dicapai di setting dunia nyata.
“Artinya, vaksin AstraZeneca masih cukup protektif dalam melindungi tubuh dari varian COVID-19 sejauh ini,” tegas dr Erlina.
Dia pun menambahkan agar setiap masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap agar tidak melupakan protokol kesehatan.
“Jadi, mau sudah disuntik dosis lengkap vaksin COVID-19, yang namanya pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan itu harus jadi kebiasaan sekarang,” tambah Erlina. (RCS)
