Nasional & Internasional

Telkom Caplok 51 Persen Saham Bhinneka

  • Bhinneka.com, salah satu perusahaan situs e-cmmerce terbesar di Indonesia sudah diakusisi oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Perusahaan BUMN...

TrenAsia (TA) - Bhinneka.com, salah satu perusahaan situs e-cmmerce terbesar di Indonesia sudah diakusisi oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom). Perusahaan BUMN telekomunikasi tersebut mencaplok 51 persen porsi saham Bhinneka.

Hal itu disebutkan oleh salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya kepada TA, Senin (17/6). Namun, pihak Bhinneka.com sendiri belum mau mengakui hal ini, meski dia juga tidak membantah pernyataan tersebut.

“Kita masih belum bisa mengungkapkannya. Nanti, akan ada waktunya kita akan mengupkan hal ini,” kata Astrid Warsito, Juru Bicara Bhinneka.com, kepada TA, Selasa (19/6).

Beberapa waktu yang lalu, perusahaan modal ventura, Ideosource telah berinvestasi di Bhinneka.com. Ideosource telah berinvestasi di banyak perusahaah. Hal ini juga untuk menunjang Bhinneka.com untuk melantai di bursa.

Sebelumnya, Founder dan CEO Bhinneka.com Hendrik Tio mengatakan perusahaan itu akan melakukan penjualan perdana saham atau initial public offering (IPO). Hal itu, kata Hendrik, merupakan target Bhinneka dalam lima tahun ke depan. Namun, mereka menyatakan menunda IPO hingga tahun depan, karena ini merupakan tahun politik.

“Itu membantu ekosistem Indonesia, ada IT company yang go public akan membanggakan juga. Kami merasa itu sesuatu yang bagus secara keseluruhan bagi ekosistem dan juga bagi ekonomi Indonesia sendiri,” kata Hendrik, dikutip dari berbagai sumber.

Bhinneka.com merupakan situs e-commerce angkatan pelopor online store yang sampai saat ini terus berkembang dan bertumbuh menjadi situs e-Commerce terbesar di Indonesia. Menurut wikipedia.com, Bhinneka sudah beroperasi pada tahun 1996.

Sementara itu, Telkom sudah membangun perusahaan venture capital, perusahaan pembiayaan startup, dengan nama MDI Ventures.

Baru-baru ini MDI Ventures baru saja mencetak untung dari startup Jepang Geniee yang mencatatkan sahamnya di bursa saham Tokyo. Manajemen mengatakan akan ada dua startup lagi yang memberikan keuntungan bagi perusahaan karena akan melantai di bursa Australia dan Bursa Singapura.

MDI Ventures juga memperhatikan matrik pertumbuhan perusahaan, pertumbuhan secara tahunan dan fundamental perusahaan. Hal lain yang diperhatikan adalah rekam jejak pendiri.