Realisasi PEN Baru 24 Persen, Penyerapan Pos Kesehatan Paling Lambat
- Realisasi dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai 24% dari pagu per 11 Mei 2021. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga...

Muhamad Arfan Septiawan
Author
JAKARTA – Realisasi dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) baru mencapai 24% dari pagu per 11 Mei 2021. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat, realisasi dana PEN mencapai Rp172,35 triliun dari pagu Rp699,43 triliun.
“Realisasi ini naik dari Rp134,07 triliun per 16 April 2021 lalu,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin 17 Mei 2021.
Pos kesehatan menjadi pos dengan realisasi paling lambat. Realisasi dana kesehatan PEN 2021 baru mencapai Rp24,9 triliun atau 14,2% dari pagu sebesar Rp175,22 triliun.
Selisih tipis, realisasi dana program prioritas per 11 Mei baru 17,6% atau Rp21,8 triliun dari pagu Rp123,67 triliun. Kemudian, dana dukungan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM dan korporasi sudah terserap Rp42,03 triliun atau 21% dari pagu yang mencapai Rp193,53 triliun.
- 5 Fakta Seputar GoTo, Perusahaan Hasil Kolaborasi Bisnis Gojek dan Tokopedia
- Awal Tahun, PTPP Raih Kontrak Bangun 2 RSUD dan UNS Tower
- Larangan Mudik Selesai, KAI Masih Wajibkan Surat Bebas COVID-19
Sementara itu, realisasi dana insentif usaha terserap paling cepat dibandingkan dengan pos PEN lainnya. Dana insentif usaha terserap hingga 47,3% atau Rp26,83 triliun dari pagu sebesar Rp56,72 triliun.
Sementara itu, realisasi dana perlindungan sosial sudah menyentuh Rp56,79 triliun atau setara 37,8% dari pagu sebesar Rp150,27 triliun.
Lebih rinci lagi, Airlangga menjelaskan dana pos perlindungan sosial itu disebar dalam beberapa program, antara lain program keluarga harapan (PKH), kartu sembako, bantuan sosial tunai, bantuan langsung tunai (BLT) dana desa, kartu pra kerja, dan bantuan kuota internet.
PEN merupakan instrumen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai upaya counter cyclical pemerintah dalam menggerakan kembali perekonomian Indonesia. Pagu anggaran PEN naik dari Rp688,33 triliun pada 2020 menjadi Rp699,43 triliun pada 2021.(RCS)
