Neraca Perdagangan Februari 2021 Surplus US$2 Miliar
- Sejak November 2020, ekspor Indonesia selalu tumbuh positif.

Muhamad Arfan Septiawan
Author
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2021 surplus US$2 miliar. Realisasi itu lebih tinggi dari surplus US$1,96 miliar pada Januari 2021.
Secara kumulatif, surplus pada neraca perdagangan Indonesia sudah mencapai US$3,96 miliar sepanjang Januari dan Februari 2021.
Kepala BPS Kecuk Suhariyanto memaparkan nilai ekspor Indonesia pada Februari 2021 mencapai US$15,27 milar. Realisasi tersebut menurun 0,19% dibandingkan Januari 2021. Kendati demikian, realisasi tersebut naik 8,56% secara year on year (yoy) dari Februari 2020.
- Lagu Lama, Komisi IV DPR Kecam Kebijakan Impor Garam
- Duh, Testing dan Tracing Varian Baru COVID-19 di Indonesia Masih Lamban
- BPS: Upah Buruh Meningkat, Indikasi Perbaikan Ekonomi
Jika dibandingkan dengan Januari 2021, nilai ekspor migas pada Februari 2021 mencapai US$0,86 miliar atau turun 2,63%. Sementara itu, ekspor non migas mengalami penurunan tipis 0,04% menjadi US$14,40 miliar. Maka, Ekspor non migas mendominasi 94,36% dari keseluruhan ekspor Indonesia pada Februari 2021 lalu.
“Sejak November 2020, ekspor kita selalu tumbuh positif secara yoy. Ini perkembangan yang menggembirakan dan kita harapkan ekspor akan semakin bagus lagi,” kata Suhariyanto.
Suharianto merinci, ada beberapa industri yang tumbuh positif secara tahunan. Industri tersebut antara lain pertanian yang tumbuh 3,16%, industri pengolahan yang melejit 9%, dan tambang naik sebesar 7,53%.
- Lagu Lama, Komisi IV DPR Kecam Kebijakan Impor Garam
- Tahun Ini Bukit Asam Ingin Seimbangkan Penjualan Domestik dan Ekspor
- Pengalihan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina Sudah 80 Persen
‘”Khusus industri pengolahan, baik bulanan mau pun tahunan terus meningkat, seperti besi baja, kimia dasar organik, kendaraan bermotor, dan logas dasar mulia,” paparnya.
Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar pada bulan lalu sebesar US$2,95 miliar. Kemudian disusul Amerika Serikat US$1,86 miliar dan Jepang US$1,20 milar. Ketiga negara tersebut berkontribusi hingga 41,77% dari keseluruhan nilai ekspor Indonesia.
Impor Turun Tipis
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Februari 2021 menyentuh angka US$13,26 miliar atau turun 0,49% dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 14,86% secara tahunan dari Februari 2020.
Impor migas pada Februari 2021 senilai US$1,30 miliar, menurun 15,95% dibandingkan Januari 2021. Sementara untuk impor nonmigas nilainya menyentuh US$11,96 milar, naik 1,56% dari bulan sebelumnya.
“Penurunan ini lebih disebebkan karena adanya penurunan untuk migas yang cukup dalam, yakni 15,95%,” Jelasnya
Impor barang konsumsi menyumbangkan 13,78% atau US$ 1,22 miliar. Secara tahunan, nilai impor produk konsumsi ini melejit 43,59%. Di sisi lain, terjadi penurun impor untuk komoditas buah-buahan, produk kimia, farmasi, besi dan baja, serta kendaraan udara.
Peningkatan impor terbesar pada Februari 2021 ini dicatatkan oleh Mesin dan perlengkapan elektrik sebesar US$172,8 juta.
“Geliat impor ini boleh dikatakan menggembirakan karena mengindikasikan pergerekan industri mulai bergulir kembali,” ujar Suhariyanto.
