Mirae Asset Targetkan Transaksi Saham Tumbuh 17 Persen Jadi Rp479,7 Triliun
- JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menargetkan transaksi saham nasabah sepanjang 2021 mencapai Rp479,7 triliun. Nilai ini naik 17% dibandingkan...

Drean Muhyil Ihsan
Author
JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menargetkan transaksi saham nasabah sepanjang 2021 mencapai Rp479,7 triliun. Nilai ini naik 17% dibandingkan dengan realisasi yang telah dicapai perusahaan pada tahun lalu sebesar Rp410 triliun.
Head of Wealth Management Division Mirae Asset Sekuritas Fajrin Noor Hermansyah mengatakan target tersebut sejalan dengan target penambahan nasabah baru tahun ini sebesar 5% year-on-year (yoy) dari 42.000 nasabah tahun lalu.
Untuk mencapai target tersebut, Mirae sudah menyiapkan strategi dengan melakukan inovasi guna mendekatkan diri dengan nasabah dan meningkatkan kualitas layanan. Salah satunya melalui penambahan kantor perwakilan.
- KPK Serahkan Aset Tanah Rampasan Senilai Rp55,8 Miliar ke TNI AL
- OCBC NISP Pangkas Suku Bunga Kredit Korporasi dan Ritel
- Jadi Ini Alasan Mengapa Elon Musk Pilih Investasi di India?
Bagi Mirae Asset Sekuritas, kantor perwakilan merupakan aset perusahaan yang sangat penting dan hingga saat ini berkontribusi signifikan untuk perusahaan.
“Tahun ini kami targetkan penambahan beberapa kantor perwakilan baru dari yang sudah ada 28 kantor perwakilan,” ujarnya melalui konferensi virtual, Kamis 11 Februari 2021.
Tahun lalu, Mirae Asset Sekuritas berhasil menjadi perusahaan efek terbesar dari sisi nilai transaksi yaitu senilai Rp410 triliun, meroket 97% dibandingkan dengan 2019. Sementara, pada periode Januari 2021, nilai transaksi pada Mirae Asset Sekuritas sudah mencapai Rp105 triliun.
“Jadi ini hampir dua kali lipat dari sekuritas pesaing terdekat senilai Rp64,15 triliun,” tambahnya.
- OCBC NISP Pangkas Suku Bunga Kredit Korporasi dan Ritel
- Jadi Ini Alasan Mengapa Elon Musk Pilih Investasi di India?
- Royalti Batu Bara 0 Persen, Ini Pengaruh Jangka Pendek dan Panjang
Fajrin menilai tahun Kerbau Logam ini juga akan menjadi tahun yang menjanjikan dengan harapan penyebaran COVID-19 akan berangsur mereda dan kondisi perekonomian berangsur pulih.
Ia pun memproyeksikan pasar saham akan terus bergerak positif dengan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir tahun pada level 6.880. Ini menunjukkan adanya potensi pertumbuhan pasar modal sebesar 17% dari posisi akhir 2020.
Secara sentimen, sambung Fajrin, tiga katalis utama dari prediksi IHSG tersebut adalah faktor redanya COVID-19 karena vaksin yang sudah mulai diedarkan.
Di susul Joe Biden sebagai pemimpin baru AS yang akan memberikan rasa aman negara-negara lain di dunia, serta faktor peningkatan transaksi investor di bursa saham domestik.
