Nasional & Internasional

Meleset, Fasilitas Observasi COVID-19 di Pulau Galang Belum Rampung

  • Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan progres pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina COVID-19 di Pulau Galang,...
Meleset, Fasilitas Observasi COVID-19 di Pulau Galang Belum Rampung

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan progres pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina COVID-19 di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, sudah mencapai 92%. Pembangunan tersebut meleset dari target yang semula direncanakan rampung pada 28 Maret 2020.

Dalam keterangan di laman resmi, Kementerian PUPR menjelaskan belum rampungnya pembangunan tersebut lantaran terdapat kendala dalam pengiriman barang, termasuk material konstruksi akibat cuaca buruk.

“Target penyelesaian bergeser menjadi tanggal 5 April 2020. Target ini disesuaikan dengan memperhatikan keterlambatan pengiriman material, pemasangan instalasi kesehatan, dan mobilisasi petugas medis,” tulis Kementerian PUPR di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.

Berdasarkan rapat koordinasi pada 29 Maret lalu, Kementerian PUPR menetapkan kelengkapan furnitur masuk ke fasilitas tersebut, dilakukan mulai 29 Maret. Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan mengelola dan menempatkan petugas medis pada 1 April mendatang.

Rapat koordinasi tersebut melibatkan TNI, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., selaku kontraktor pelaksana, serta PT Virama Karya selaku konsultan manajemen konstruksi pembangunan tersebut.

Keseluruhan pekerjaan berlangsung di bawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya.

Pembangunan fasilitas yang berlokasi pada eks pengungsi Vietnam (eks-Sinam) itu, dibagi menjadi tiga Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks-Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter, dan perawat. Kemudian, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang, dan power house.

Untuk Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, ground water tank (GWT), central gas medik, instalasi jenazah, landasan helicopter (helipad), dan zona utilitas.

Adapun, Zona C dimanfaatkan untuk tahap berikutnya atau menyesuaikan kebutuhan dengan memanfaatkan cadangan lahan.

Selain itu, di sekitar fasilitas utama akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, dan renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang.

Tak hanya itu, fasilitas utama juga akan dilengkapi dengan fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya. Kemudian, ruang alat kesehatan, ruang isolasi, serta ruang observasi.

Sementara, kapasitas tampung dari fasilitas yang berlokasi di Pulau Galang itu sebanyak 1.000 tempat tidur.

Pada tahap pertama dibangun dua gedung bertingkat dua untuk menampung 340 tempat tidur yang diprioritaskan untuk diselesaikan terlebih dahulu. Dengan rincian, sebanyak 240 tempat tidur untuk orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 100 tempat tidur untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Adapun, 340 tempat tidur tersebut merupakan fasilitas observasi non ICU, sedangkan 20 tempat tidur lainnya merupakan fasilitas ICU. Sisanya, 640 tempat tidur akan dilaksanakan pada pembangunan tahap kedua. Pembangunan pusat observasi dan isolasi di Pulau Galang tersebut menelan anggaran Rp400 miliar. (SKO)