Nasional & Internasional

Makin Mudah, Transaksi Kurban Bisa Lewat WhatsApp

  • Jakarta– Meskipun pandemi COVID-19 belum berakhir, persiapan jelang hari raya kurban tetap dilakukan, salah satunya dengan membuat sejumlah terobosan...

Jakarta– Meskipun pandemi COVID-19 belum berakhir, persiapan jelang hari raya kurban tetap dilakukan, salah satunya dengan membuat sejumlah terobosan teknologi serta protokol untuk menunjang penyaluran daging dari para pekurban.

Pada periode kali ini, Dompet Dhuafa melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) menargetkan distribusi 30.000 ekor domba atau kambing dan 1.000 ekor sapi dari para pekurban.

“Dengan digital, para masyarakat dapat berkurban dari rumah dan di manasaja, sekaligus mensejahterakan peternak hingga meratakan daging kepada masyarakat yang khususnya terdampak COVID-19,” kata Imam Rulyawan, Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa, dalam acara virtual, Senin, 8 Juni 2020.

Adapun, kegiatan transaksi dapat dilakukan langsung melalui konter-konter THK di berbagai pusat pertokoan. Selain itu, juga melalui berbagai market place seperti bukalapak, tokopedia, shopee, Tani Hub dan lainnya.

“Tahun ini, sudah dirilis pembayaran kurban melalui aplikasi WhatsApp Pay berbasis Virtual Account. Inovasi tersebut sebagai wujud kemudahan dan akses yang terjangkau bagi donatur atau pekurban,”tambah Imam.

Skema Distribusi

Imam menyebut, distribusi kurban sebanyak 60-70% akan berada di Pulau Jawa, sebagai kawasan padat penduduk. Sementara, 20-30% akan didistribusikan di luar Pulau Jawa.

“Sebagian sebaran hewan kurban juga akan menjangkau negara-negara lain, seperti kawasan Afrika dan Palestina. Langkah tersebut sebagai wujud kepedulian masyarakat Indonesia atas kesulitan yang dihadapi sesama muslim di negara lain.”

Dalam rangka mensejahterakan peternak, Dompet Dhuafa bekerja sama dengan 15 kelompok ternak untuk memenuhi ribuan target kurban tahun ini.  Imam juga memastikan keuntungan terbesar ada di peternak dengan harga yang kompetitif.

Tidak hanya itu, pekurban juga diberikan keuntungan dengan penawaran harga yang terjangkau, terutama untuk kambing jantan dengan bobot 23 Kg.

Seleksi Ketat

Sebagaimana diketahui, program THK telah melalui pendekatan pemberdayaan peternak lokal yang mandiri dan telah melewati tahapan seleksi dan pendampingan oleh tim program Dompet Dhuafa. Mengingat program tersebut merupakan perwujudan dari model bisnis sosial yang turut mengangkat perekonomian peternak lokal binaan yang dulunya terbatas akan modal dan sasaran pasarnya.

Bahkan, di tengah pandemi COVID-19 program THK tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pelaksanaan rapid tes bagi peternak juga dipilih untuk menjamin kelancaran program tersebut.

“Sehingga bisa menjamin kualitas daging, sekaligus merupakan mitigasi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” Zainal Abidin Sidik, Ketua THK Dompet Dhuafa.

Sebagai informasi, hewan-hewan kurban yang berada di 15 titik sentra ternak di Indonesia, akan diperiksa secara ketat, melalui tim Quality Control untuk memastikan bobot hewan-hewan kurban dari para peternak mitra sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Untuk kambing jantan standar adalah 23-28 Kg, sementara untuk kambing jantan medium 29-34 Kg dan kambing jantan premiun dengan bobot lebih 35 Kg. Kemudian untuk sapi, bobotnya adalah 250-300 Kg.