Indonesia Bidik Pasar Ekspor Baru ke Afrika dan Amerika Selatan
- Pemerintah terus berusaha menggaet pasar ekspor non-tradisional yang dapat menguntungkan bagi Indonesia.

Reza Pahlevi
Author
JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus membidik pasar ekspor baru yang potensial bagi Indonesia. Kemendag menyebut pemerintah fokus menyasar negara-negara di Afrika dan Amerika Selatan saat ini.
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyebut nilai ekspor Indonesia saat ini didominasi oleh 10 negara. Kesepuluh negara tersebut mendominasi kontribusi nilai ekspor hingga sekitar 60%.
Maka dari itu, Kemendag terus berusaha menggaet pasar ekspor non-tradisional yang dapat menguntungkan bagi Indonesia.
- Diskon Pajak Mobil Baru Tak Dongkrak Ekonomi, Gaikindo Klaim Demi Buruh Pabrik Otomotif
- Tenang, OJK Jamin Neobank Masih Jauh Sasar Kredit Korporasi
- Sentuh Level Terendah, LPS Pangkas Bunga Penjaminan ke 4,25%
“Salah satu perjanjian yang baru selesai yaitu Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (PTA), diharapkan menjadi pembuka jalan bagi pasar-pasar baru di Afrika bagian tengah dan selatan,” ujar Jerry, dalam keterangan resmi, Selasa, 23 Februari 2021.
Pada Januari 2021, Kemendag mencatat ada pertumbuhan nilai ekspor yang cukup tinggi di pasar Afrika. Ekspor ke Afrika Selatan tercatat bertumbuh 138,15 dari tahun lalu (year-on-year/yoy) dan ekspor ke Afrika bagian timur bertumbuh 57,7% (yoy).
Sementara untuk wilayah Amerika Selatan terdapat Indonesia-Chile CEPA yang juga terbukti meningkatkan utilitas pemanfaatan surat keterangan asal (SKA) secara signifikan.
“Dengan demikian, diharapkan Indonesia bisa lebih menembus pasar negara-negara sekitarnya,” tambah Wamendag.
Selain Afrika dan Amerika Selatan, Kemendag juga menyasar pasar potensial lain seperti Eropa Timur, Eropa Tenggara, Asia Selatan, dan Timur Tengah.
Di tahun ini, Kemendag mentarget 12 perjanjian perdagangan baru termasuk perjanjian kerja sama dagang komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA).
Pada Januari 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia sebesar US$15,30 miliar. Nilai ini tumbuh 12,24% dari catatan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2020 yang sebesar US$13,63.
Dari data tersebut juga, BPS mencatat Cina menjadi tujuan ekspor utama Indonesia dengan nilai US$3,05 miliar. Nilai ekspor ini naik 21,16% dari bulan Desember 2020.
Setelah Cina, wilayah pasar utama Indonesia pada Januari 2021 adalah Amerika Serikat, Jepang, India, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Belanda, dan Taiwan.
