Huawei Berambisi Pimpin Pasar 5G
- Salah seorang pimpinan puncak Huawei mendesak perusahaan-perusahaan teknologi untuk bermitra dengan raksasa teknologi China itu. Ia bertujuan kemitraan itu...

Acep Saepudin
Author


Jakarta-Teknologi 5G bertujuan menghadirkan speed internet yang lebih cepat. 5 G juga akan memiliki waktu jeda yang lebih singkat daripada jaringan sebelumnya seperti 4G dan 3G.
Selain mempercepat waktu pengunduhan bagi konsumen, 5G disebut-sebut sebagai game-changer yang memungkinkan aplikasi seperti mobil tanpa pengemudi. 5G juga dibutuhkan untuk pengoperasian perangkat jarak jauh yang membutuhkan koneksi internet yang cepat dan stabil.
Belum lama ini salah seorang pimpinan puncak Huawei mendesak perusahaan-perusahaan teknologi untuk bermitra dengan raksasa teknologi China itu. Ia bertujuan kemitraan itu untuk mengembangkan aplikasi teknologi 5G. Ia mengatakan dalam pidatonya pada Senin bahwa mereka yang melakukannya akan menjadi "Biggest Winnersā.
Dalam pidato utama pada konferensi teknologi di Lisbon, Portugal, Ketua Rotating Huawei Guo Ping menyoroti ambisi perusahaan untuk menjadi pemimpin global di 5G. Ia menyebutkan, peluncuran jaringan komersial baru akan lebih cepat dari yang diperkirakan.
Guo mengatakan aplikasi dan perangkat lunak yang dibangun di atas 5G akan menghasilkan nilai yang sebenarnya. "Ini adalah pasar besar bernilai triliunan dolar AS," kata Guo. "Pemenang terbesar akan menjadi mitra Huawei."
Sementara itu para pejabat AS telah memperingatkan bahwa teknologi 5G Huawei, yang mencakup perangkat lunak dan peralatan jaringan, dapat menjadi ancaman keamanan. Menurut mereka, teknologi 5G Huawei dapat membuka pintu belakang bagi mata-mata Tiongkok.
Mereka merujuk pada undang-undang Tiongkok yang diduga mengharuskan setiap perusahaan domestik untuk membantu mengumpulkan data intelijen jika Beijing memintanya. Huawei telah berulang kali membantah bahwa ia terlibat dalam segala bentuk spionase atau memberikan data kepada pemerintah Tiongkok.
Pada bulan Mei, AS menempatkan Huawei ke dalam daftar hitam. Daftar tersebut memaksa perusahaan-perusahaan Amerika untuk mendapatkan lisensi khusus dalam melakukan bisnis dengan perusahaan asal Tiongkok.
Sejauh ini, belum ada lisensi yang diberikan, meskipun Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan pada Minggu bahwa lisensi khusus bisnis dengan perusahaan Tiongkok akan segera diterbitkan.
Efek dari daftar hitam itu, Huawei tidak mendapatkan lisensi versi terbaru sistem operasi Android pada smartphone Mate 30 yang baru. Itu berarti ponsel tidak akan diinstal dengan aplikasi Google seperti Maps, YouTube, atau Gmail.
Sebaliknya, Huawei telah mengembangkan sistem operasinya sendiri yang disebut HarmonyOS. Huawei juga telah menginvestasikan senilai USD 1,5 miliar selama lima tahun ke depan untuk mendorong pengembang merancang aplikasi untuk perangkatnya.
"Smartphone, smartwatch, dan layar pintar Huawei sangat popular. Untuk memberikan pengalaman yang lebih baik, kami membuka lebih banyak aplikasi dan layanan pihak ketiga,ā demikian kata Guo.
