Dukung UKM Ekspor, Eximbank Salurkan Modal Kerja Rp9,5 Miliar
- SURABAYA – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyalurkan pembiayaan modal kerja senilai Rp9,5 miliar dalam rangka pemulihan...

Aprilia Ciptaning
Author
SURABAYA – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyalurkan pembiayaan modal kerja senilai Rp9,5 miliar dalam rangka pemulihan ekonomi.
Fasilitas tersebut diberikan dengan skema penugasan khusus ekspor (PKE) kepada empat pelaku usaha kelas menengah (UKM).
“Penugasan khusus ekspor ini diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi dan meningkatkan kinerja ekspor,” ungkap Direktur Eksekutif Eximbank D. James Rompas dalam keterangan tertulis, Jumat, 4 Desember 2020.
- Diringkus Polisi, Modus Fredy Kusnadi dalam Kasus Mafia Tanah Ibunda Dino Patti Djalal
- Ditunjuk Jokowi Jadi CEO LPI, Ridha Wirakusumah Mundur dari Kursi Bos Bank Permata
- Bankir Girang DP Kredit Mobil/Motor dan KPR Nol Persen
Secara rinci, keempat perusahaan yang mendapat fasilitas tersebut, yakni CV Media Mitra Indonesia sebesar Rp500 juta dan PT Panca Mitra Multiperdana sebesar Rp3 miliar.
Selain itu, ada CV Cocoon Asia Rp3,5 miliar, dan CV Arezou sebesar Rp 2,5 miliar.
Kebijakan ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.372/KMK.08/2020 tentang Penugasan Khusus Kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Dalam Rangka Mendukung Sektor Usaha Kecil dan Menengah Berorientasi Ekspor.
- Hobi jadi Hoki: Bengkel Vespa Matic Scooterjam Rawasari, Ladang Cuan Kala Pandemi
- Peminat Madu Kelulut Kubu Raya Pontianak Kian Ramai, Termasuk Ekspor
- Kisah Sukses UMKM: Jahe Merah Pujaan, Minuman Sehat di Kala Pandemi
Eximbank, lanjut dia, akan terus berkomitmen mendukung para UKM eksportir untuk mendapatkan akses pendanaan di tengah kondisi sulit saat ini.
“Saat ini banyak pelaku usaha membutuhkan akses pembiayaan untuk memulihkan bisnis,” tambahnya.
James menambahkan, pihaknya juga memberikan jasa konsultasi melalui program Coaching Program for New Exporter (CPNE) berupa pendampingan selama satu tahun. Program ini diberikan secara gratis kepada pelaku UKM berorientasi ekspor.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan eksportir baru serta meningkatkan kapasitas UKM. Hingga akhir 2020, program ini telah menghasilkan 59 eksportir baru dari berbagai sektor usaha. (SKO)
