Ditargetkan Sumbang 21 Persen dari Industri Nasional, Ini Tantangan yang Dihadapi IKM
- JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) cukup percaya diri dengan menargetkan kontribusi industri kecil menengah (IKM) dapat menyentuh 21% dari...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) cukup percaya diri dengan menargetkan kontribusi industri kecil menengah (IKM) dapat menyentuh 21% dari pertumbuhan industri nasional.
Optimisme ini dipicu makin banyaknya IKM yang menembus pasar global. Bahkan, banyak pula yang menuai prestasi di berbagai ajang berskala internasional.
“Memang tidak mudah dalam kondisi saat ini, tapi kami harap bisa memberikan andil sampai 21 persen tahun ini,” kata Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih dalam konferensi pers virtual, Kamis, 10 Desember 2020.
- 7 Tanaman Herbal yang Lagi Tren dan Bisa Ditanam di Rumah
- MAKI Temukan Aset Diduga Terkait Kasus Asabri Sebesar Rp171 Miliar
- Mulai Maret, Kredit Mobil dan Motor Baru Bebas DP
Apabila dilihat dari kontribusi sektor IKM terhadap output industri pengolahan nonmigas tiga tahun terakhir, angkanya masih rendah yakni sekitar 20,5% pada 2017. Kemudian, pada 2019 kontribusi IKM meningkat menjadi 21%, di mana angka tersebut dinilai masih tetap rendah.
Hingga akhir tahun, Kemenperin membidik pertumbuhan IKM 5-6 %, setara dengan kontribusi sebesar 21% terhadap pertumbuhan industri nasional.
Tantangan yang Dihadapi
Gati memaparkan, tantangan saat ini adalah karena IKM tidak bisa didongkrak pertumbuhannya seperti industri besar. Pasalnya, segmen pasar IKM tidak seluas industri besar, selain tentunya jumlah produksinya juga bukan massal.
“Sehingga, kalau dilihat kontribusi IKM terhadap industri pengolahan nonmigas itu kecil, tetapi tetap tumbuh,” ujar Gati.
Sebagai informasi, baru-baru ini, hasil pemeringkatan terbaru dari United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menunjukkan daya saing industri Indonesia berada di peringkat ke-38 dari 150 negara. Urutan ini membaik satu peringkat dari posisi pada 2018 di level 39.
Dalam kategori Upper Middle Quintile, peringkat Indonesia lebih tinggi dibandingkan India (peringkat ke-39), Filipina (peringkat ke-41), dan Vietnam (peringkat ke-43). Menguatnya daya saing industri Tanah Air dijadikan momentum akselerasi penerapan peta jalan industri 4.0.
