BUMN Semen Baturaja dan PTBA, Manfaatkan Limbah Batu Bara PLTU di Muara Enim
- Emiten pelat merah PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) bekerja sama dengan anak usaha PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Huadian Bukit Asam Power dalam...

Aprilia Ciptaning
Author
PALEMBANG – Emiten pelat merah PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) bekerja sama dengan anak usaha PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Huadian Bukit Asam Power dalam pemanfaatan Limestone, Gypsum, dan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).
Produk limbah batu bara tersebut akan diambil dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Sumsel-8 (PLTU Sumsel-8) berkapasitas 2×600 Mega Watt (MW) di Kabupaten Muara Enim.
Direktur Pemasaran Semen Baturaja Mukhamad Saifudin mengungkapkan, kerja sama ini merupakan bentuk sinergi untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi industri yang semakin kompetitif.
“Salah satu strateginya adalah memanfaatkan peluang penciptaan revenue stream baru maupun cost transformation,” mengutip keterangan resmi, Minggu, 21 Maret 2021.
- Laba PP Presisi Anjlok 82,32 Persen Jadi Rp58,56 Miliar
- ESSA Milik Konglomerat Boy Thohir dan TP Rachmat Produksi Amonia Biru Pertama di Dunia
- Berkah Beton Teken Kontrak Pengadaan Batu dan Pasir Senilai Rp416 miliar
Proyek yang diteken kedua perusahaan ini akan dilakukan selama dua tahun hingga Maret 2023. Dalam kerja sama ini, Semen Baturaja akan menyediakan limestone atau batu kapur untuk kebutuhan proses Flue Gas Desulfurization (FGD).
Sebaliknya, Huadian Bukit Asam Power juga akan menyediakan gypsum sebagai bahan baku proses produksi di Semen Baturaja.
Sebagai informasi, belum lama ini Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menghapus FABA dari kategori bahan berbahaya dan beracun (B3).
Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja.
Oleh pemerintah, FABA diklaim memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kontruksi pengganti semen pozzolan, yaitu lewat teknologi boiler minimal Ciraiating Fluidized Bed (CFB). Bahan ini juga dinilai dapat menyerap 94% dari keseluruhan abu batu bara. (SKO)
