Australia Nego Moderna untuk Produksi Lokal Vaksin Buatan Mereka
- Australia sedang berkomunikasi aktif dengan pembuat vaksin Moderna untuk membangun fasilitas produksi lokal vaksin buatan mereka di Australia.

Reza Pahlevi
Author
JAKARTA – Australia sedang berkomunikasi aktif dengan pembuat vaksin Moderna untuk membangun fasilitas produksi lokal vaksin buatan mereka di Australia.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt setelah sepakat akan menerima 25 juta dosis vaksin Moderna pada Kamis, 13 Mei 2021.
25 juta dosis ini tidak langsung dikirim semuanya. 10 juta dosis pertama untuk melawan varian awal COVID-19 akan disediakan tahun ini, sementara 15 juta dosis untuk varian COVID-19 yang baru akan didistribusikan pada 2022.
- COVID-19 di India Makin Buruk, Krematorium Kewalahan dan Mayat-Mayat Terdampar di Sungai Gangga
- Australia Nego Moderna untuk Produksi Lokal Vaksin Buatan Mereka
- Lockdown, Suramnya Hari Raya Idulfitri di Malaysia
Pemerintah Australia saat ini terus mencari perusahaan yang berminat membangun fasilitas produksi vaksin di Australia dengan menggunakan teknologi messenger ribonucleic acid (mRNA).
“Kami sudah berdiskusi aktif dengan Moderna sebagai salah satu kandidat potensial,” ujar Greg seperti dilansir Reuters, Kamis, 13 Mei 2021.
Hingga saat ini, baru Moderna dan Pfizer yang dapat memproduksi vaksin dengan teknologi mRNA. Australia sebelumnya hanya memakai vaksin buatan Pfizer dan AstraZeneca dalam program vaksinasinya yang sampai saat ini belum memenuhi target.
Penggunaan vaksin AstraZeneca sendiri sudah dibatasi oleh pihak berwenang di Australia. Vaksin yang diproduksi lokal di Australia ini hanya digunakan untuk pasien di bawah 50 tahun karena kasus langka penyumbatan darah.
“Produksi lokal dapat menjamin persediaan vaksin mRNA buatan Moderna yang aman dan jangka panjang untuk menghadapi COVID-19 beserta varian barunya, juga kemungkinan pandemi lain di masa depan,” ujar Perdana Menteri Scott Morrison dalam keterangan resmi.
Selain Australia, beberapa negara lain juga terus mencoba mendapatkan vaksin COVID-19 mRNA buatan Pfizer dan Moderna. Kedua vaksin ini terbukti lebih aman tanpa efek samping berarti sampai saat ini.
Australia termasuk salah satu negara yang berhasil menekan angka penyebaran COVID-19. Sampai saat ini, jumlah kasus tercatat 29.900 kasus dengan 910 kematian.
Meski begitu, program vaksinasinya termasuk yang terlambat. Australia baru menyuntikkan 2,81 juta dosis sampai hari Selasa, jauh dari target 4 juta dosis yang dijanjikan Maret lalu. (SKO)
