Aluminium Inalum Tumbuh Subur selama 2020
- JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum mencatatkan tren pertumbuhan kerja produksi yang positif pada 2020 lalu. Produksi aluminium...

Muhamad Arfan Septiawan
Author
JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum mencatatkan tren pertumbuhan kerja produksi yang positif pada 2020 lalu. Produksi aluminium perusahaan pelat merah ini lebih banyak dua kali lipat dibandingkan target yang tertuang di Rapat Kerja Anggaran Perusahaan Perubahan (RKAP-P) 2020..
Berdasarkan catatan perusahaan, produksi Aluminium Ingot, Billet dan Foundry Alloy dengan total 245.000 ton atau 101% dibandingkan target RKAP-P 2020 sebesar 242.000 ton.
- Kemenhub Siapkan 7 Strategi Antisipasi Arus Mudik Lebaran Saat Pandemi
- Airlangga Beri Diskon Paket Wisata untuk Perusahaan yang Ikut Vaksin Gotong Royong
- Belanja Infrastruktur 2021 Bisa Dongkrak Penjualan Semen Hingga 6%
Penerapan protokol kesehatan yang ketat selama produksi menjadi kunci moncer nya kinerja Inalum sepanjang 2020 lalu.
“Dalam pelaksanaan aktivitas produksi, Inalum senantiasa memperhatikan aspek tata kelola operasional yang baik mulai dari proses smelting Aluminium, casting hingga menjadi ingot, billet dan foundry alloy, serta memastikan keberlanjutan pembangkit listrik tenaga air,” kata Direktur Pelaksana Inalum Oggy Achmad Kosasih, Rabu, 17 Maret 2021.
Kendati produksi melimpah, Inalum tetap menerapkan standar tinggi pada setiap aluminium yang diproduksi. Inalum memproduksi produk Primary Aluminium High Grade dengan standar London Metal Exchange (LME).
Tidak hanya itu, Inalum juga mampu memproduksi primary Aluminium Billet seri 6063, 6061 dan 6005 dengan proses homogenizing. Dengan kata lain, seri Aluminium Billet ini dapat diaplikasikan konstruksi bangunan
Lalu, ada pula Aluminium Foundry Alloy A356.2 untuk aplikasi produksi velg kendaraan bermotor dan komponen otomotif lainnya.
Inalumsendiri sejak 2014 silam tercatat sebagai pemasok produk aluminium terbesar di Indonesia. Perusahaan pelat merah ini menguasai 81% pangsa pasar produk aluminium di Indonesia.
Selama 45 tahun beroperasi, Inalumakhirnya mampu mencatatkan produksi aluminium hingga 8 juta ton pada Februari 2020 silam. Sementara itu, rata-rata produksi Inalum per tahun telah mencapai 250.000.
“Pencatatan kinerja ini merupakan wujud peran industri pertambangan tetap menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi negara” pungkas Oggy.
