Nasional & Internasional

Adhi Karya Bidik Pertumbuhan Pendapatan 25% Jadi Rp13,25 Triliun

  • Emiten konstruksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 20-25 persen menjadi sebesar-besarnya Rp13,25 triliun di 2021.

JAKARTA – Emiten konstruksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menargetkan peningkatan pendapatan sebesar 20%-25% menjadi Rp13,25 triliun pada 2021.

“Optimisme ini berbekal pada order book yang sudah digenggam perusahaan sebesar Rp49,2 triliun, dengan kontrak baru sebesar Rp19,7 triliun,” ujar Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto dalam keterangan resmi, Rabu, 7 April 2021.

Pada 2020, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya ini harus menelan penurunan pendapatan sebesar 29,27% menjadi Rp10,82 triliun. Di tahun sebelumnya, Adhi Karya membukukan pendapatan sebesar Rp15,3 triliun.

Laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun rontok 96,54% menjadi Rp23,7 miliar. Catatan ini sangat buruk jika dibandingkan tahun sebelumnya yang laba bersihnya mencapai Rp663,81 miliar.

Meski begitu, Farid mengatakan, margin laba kotor (gross profit margin) ADHI mampu meningkat jadi 16% dari sebelumnya 15,3%.

“Kemudian walaupun di tengah masa pandemi COVID-19, ADHI tetap bisa mempertahankan margin laba usaha (operating profit margin) pada kisaran 9%,” tambahnya.

Di sisi lain, arus kas operasi perusahaan mencapai Rp1,4 triliun pada 2020. Capaian ini naik 180% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp500 miliar.

“Hal ini disebabkan adanya pembayaran proyek besar seperti Jalan Tol Sigli-Banda Aceh dan LRT Jabodebek,” ujarnya. (LRD)