Tinggal Rp23,7 Miliar, Laba Bersih Adhi Karya Rontok 96,54 Persen
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) harus menelan penurunan rugi sebesar 29,27% menjadi Rp10,82 triliun di tahun 2020. Di tahun sebelumnya, perusahaan pelat merah ini dapat membukukan pendapatan sebesar Rp15,3 triliun.

Reza Pahlevi
Author


Proyek infrastruktur LRT yang digarap BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk / Facebook @adhikaryaID
(Istimewa)JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) harus menelan penurunan pendapatan sebesar 29,27% menjadi Rp10,82 triliun pada 2020. Di tahun sebelumnya, perusahaan pelat merah ini dapat membukukan pendapatan sebesar Rp15,3 triliun.
Mengutip laporan keuangan tahunan di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 6 April 2021, beban pokok pendapatan juga turun 29,91% menjadi Rp9,09 triliun dari sebelumnya Rp12,97 triliun. Alhasil, laba kotor pun turun 25,75% jadi Rp1,73 triliun dari sebelumnya Rp2,33 triliun.
Laba bersih atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pun rontok 96,54% menjadi Rp23,7 miliar. Catatan ini sangat buruk jika dibandingkan tahun lalu yang laba bersihnya mencapai Rp663,81 miliar.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Sepanjang 2020, Adhi Karya tercatat memiliki arus kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp1,38 triliun, meroket 155,58% dari arus kas operasi di 2019 yang tercatat Rp539,16 miliar.
Di sisi lain, ADHI menggunakan arus kas neto untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp1,75 triliun di tahun 2020. Di pos yang sama tahun lalu, ADHI mendapat Rp1,01 triliun dari aktivitas pendanaan.
Lalu, arus kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi turun 66,71% menjadi Rp518,54 miliar. Di 2019, arus kas neto yang digunakan untuk investasi mencapai Rp1,56 triliun.
Total aset ADHI naik tipis 4,32% menjadi Rp38,09 triliun dari sebelumnya Rp36,51 triliun. Total aset ini didominasi aset lancar sebesar Rp30,09 triliun dengan aset tidak lancar sebesar Rp8 triliun.
Di sisi liabilitas, jumlahnya juga naik tipis 9,56% menjadi Rp32,52 triliun dari sebelumnya Rp29,68 triliun. Ini didominasi oleh liabilitas jangka pendek sebesar Rp27,07 triliun dengan liabilitas jangka panjang sebesar Rp5,45 triliun. Sementara itu, ekuitas ADHI turun 18,43% menjadi Rp5,57 triliun dari sebelumnya Rp6,83 triliun.
