Tekan Beban Penjualan, Rugi Emiten Kemasan Plastik Ini (BRNA) Susut 60,6 Persen Jadi Rp20,7 Juta
- Emiten yang bergerak dibidang industri plastik, PT Berlina Tbk (BRNA) berhasil menyusutkan kerugian sebesar 60,6% dari semula Rp52,6 juta per Maret 2021 menjadi Rp20,7 juta per Maret 2022.

Agnes Yohana Simamora
Author


JAKARTA – Emiten yang bergerak dibidang industri plastik, PT Berlina Tbk (BRNA) berhasil menyusutkan kerugian sebesar 60,6% dari semula Rp52,6 juta per Maret 2021 menjadi Rp20,7 juta per Maret 2022. Hal ini didorong efisiensi beban pokok penjualan, beban bunga dan beban keuangan.
Berdasarkan laporan keuangan PT Berlina Tbk yang disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI, manajemen perseroan menyampaikan penurunan penjualan bersih 3,19% dari sebelumnya Rp286,22 juta per Maret 2021 menjadi Rp277,08 juta per Maret 2022. Hal ini dikarenakan menurunnya penjualan lokal dan penjualan luar negeri.
Tidak hanya itu saja, beban pokok penjualan perseroan mengalami penyusutan dari semula Rp276 juta per Maret 2021 menjadi Rp255,17 juta per Maret 2022. Kemudian, beban bunga dan keuangan juga mengalami penyusutan karena menurunnya nilai bunga atas pinjaman bank.
- IFG Kaji Rencana Pengelolaan Investasi Dana Pensiun BUMN
- Instagram Akan Luncurkan Amber Alerts, Fitur Peringatan untuk Mencari Anak Hilang
- 5 Aset Kripto Ini Diprediksi Akan Bullish di Minggu Pertama Juni 2022
- Tergerus Beban Pendapatan dan Keuangan, AirAsia (CMPP) Rugi Rp503,5 Miliar pada Kuartal I-2022
Dari sisi neraca, jumlah liabilitas perseroan mengalami kenaikan menjadi Rp1,17 miliar dari sebelumnya Rp1,16 miliar yang disebabkan oleh kenaikan utang bank dan utang dari pemegang saham. Sementara itu, jumlah ekuitas perseroan mengalami penurunan dari Rp851 juta per Desember 2021 menjadi Rp833,79 juta per Maret 2022.
Dengan begitu, tercatat total aset perseroan per Maret 2022 mengalami penurunan menjadi Rp2,01 miliar dari sebelumnya Rp2,02 miliar. Lebih lanjut, total aset lancar senilai Rp,436,54 juta dan total aset tidak lancar senilai Rp1,57 miliar.

Fakhri Rezy
Editor
