Sektor Konstruksi dan Perhotelan Tertekan, Pendapatan Surya Semesta Internusa Anjlok 49,3 Persen
Emiten properti PT Surya Semesta Internusa (SSIA) mencatatkan pendapatan yang anjlok 49,3% menjadi Rp447,08 miliar sepanjang kuartal I-2021. Pendapatan ini jauh dari catatan periode yang sama tahun sebelumnya Rp882,05 miliar.

Reza Pahlevi
Author


Emiten properti PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) / Suryainternusa.com
(Istimewa)JAKARTA – Emiten properti PT Surya Semesta Internusa (SSIA) mencatatkan pendapatan Rp447,08 miliar sepanjang kuartal I-2021. Pendapatan ini jauh dari catatan periode yang sama tahun sebelumnya Rp882,05 miliar atau turun 49,3%.
“Penurunan ini terutama disebabkan oleh pendapatan konstruksi dan perhotelan yang masing-masing turun sebesar 47,7% dan 78,5%,” ujar manajemen SSIA dalam siaran pers, Rabu, 23 Juni 2021.
Anak usaha bidang konstruksi SSIA, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), mencatatkan pendapatan konsolidasi Rp342 miliar. Pendapatan ini turun 47,7% dibandingkan dengan periode yang sama di 1Q20 sebesar Rp653,4 miliar.
- Modernland Realty Raup Marketing Sales Rp341 Miliar pada Kuartal I-2021
- Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar
- Pengelola Hypermart (MPPA) Berpotensi Meraih Rp670,85 Miliar Lewat Private Placement
Sementara itu, unit bisnis perhotelan SSIA membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 miliar pada kuartal I-2021, turun 78,5% dibandingkan Rp142,9 miliar pada kuartal I-2020. Sebagai informasi, SSIA memiliki Hotel Gran Melia Jakarta dan jaringan hotel Batiqa.
Lalu, unit properti SSIA yang terdiri dari pendapatan kawasan industri, biaya pemeliharaan, sewa komersial & residensial membukukan pendapatan sebesar Rp76,3 miliar di kuartal I-2021. Jumlah ini turun 12,2% dari Rp86,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Turunnya pendapatan ini pun membuat SSIA merugi bersih Rp78 miliar pada kuartal I-2021. Ini berbanding terbalik dari catatan kuartal I-2020 yang mencatatkan laba bersih Rp17,4 miliar.
“Penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh penurunan laba operasional sekitar 141,0% dan peningkatan beban bunga sekitar 6,3% dari Rp47,1 miliar pada 1Q20 menjadi Rp50 miliar pada 1Q21,” jelas manajemen SSIA.
Posisi kas perseroan pada kuartal I-2020 mencapai Rp799,5 miliar, turun 6% dari posisi kas akhir 2020 sekitar Rp850,9 miliar. Sementara itu utang kena bunga untuk periode 1Q21 sebesar Rp2.012,8 miliar menghasilkan rasio utang/ekuitas (gearing ratio) yang relatif optimal sebesar 48,1%.
Aset perusahaan pun tercatat turun tipis 1% menjadi Rp7,55 triliun dari posisi akhir tahun lalu Rp7,62 triliun. Ini terdiri dari liabilitas Rp3,36 triliun, turun 0,8% dari sebelumnya Rp3,39 triliun, dan ekuitas Rp3,7 triliun, turun 1,2% dari sebelumnya Rp3,75 triliun.
