Saat Laba Menyusut, Bank Jatim Guyur Pegawai dengan Bonus dan Tambahan Penghasilan Rp178 Miliar
- Besaran laba Bank Jatim di kuartal I-2023 itu jauh lebih rendah dibandingkan beban pegawai yang mencapai Rp434,99 miliar

Ananda Astri Dianka
Author


Ilustrasi Gedung PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim / Dok. Bank Jatim
(Istimewa)JAKARTA – Banyak cara dilakukan perusahaan untuk membahagiakan pegawai. Contohnya seperti yang dilakukan oleh Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim). Selama kuartal I-2023, perusahaan mengelontorkan dana besar buat kesejahteraan para pegawainya.
Selain bonus yang mencapai Rp49 miliar, tahun ini manajemen juga memberikan tambahan penghasilan pegawai yang totalnya mencapai Rp129,92 miliar. Sementara biaya gaji mencapai Rp133,53 miliar.
Dari tiga pos itu beban yang dikeluarkan Bank Jatim mencapai Rp312,45 miliar.
Bagaimana kuartal I-2022? Ini yang menarik.
Untuk biaya gaji angkanya Rp118,71 miliar, sementara bonus pegawai Rp90 miliar. Namun, tambahan penghasilan pegawai hanya sebesar Rp12,13 miliar.
Dari data laporan keuangan Bank Jatim kuartal I-2023 terungkap, meski manajemen memangkas bonus pegawai dari Rp90 miliar jadi Rp49 miliar, tapi penurunan itu dikompensasi dengan kenaikan penghasilan tambahan pegawai pada tahun ini yang berselisih hampir Rp118 miliar.
- Siap-Siap, Bulog Mulai Lakukan Pendistribusian Bantuan Pangan Beras Tahap 2
- Laba Bersih PGN (PGAS) Susut 27 Persen pada Kuartal I-2023, Ini Penyebabnya
- Wapres Maruf Amin Ingin Pajak dan Zakat Jadi Instrumen Kemakmuran Masyarakat
- Baru Rilis 4 Hari, Apple Raup Rp14,5 Triliun dari Tabungan Bunga Tinggi
Adanya beban tambahan itulah yang menjadikan beban tenaga kerja dan tunjangan karyawan Bank Jatim melonjak 25% dari Rp347,97 miliar di kuartal I-2022 jadi Rp434,99 pada periode yang sama tahun ini.
Selain beban pegawai yang tinggi, kenaikan beban bunga dan syariah juga menjadi faktor yang membuat kinerja Bank Jatim di awal tahun ini menurun.
Memperoleh pendapatan bunga dan syariah sebesar Rp1,76 triliun, beban bunga dan syariah yang dibayarkan Bank Jatim mencapai Rp577,89 miliar. Alhasil, pendapatan bunga dan syariah bersih hanya Rp1,18 triliun. Kenaikan beban bunga itu berasal dari deposito berjangka yang naik dari Rp339,41 miliar pada kuartal I-2022 jadi Rp425,96 miliar periode sama tahun ini.
Sementara itu pada kuartal I-2022, walaupun pendapatan bunga dan syariah hanya sebesar Rp1,70 triliun, namun beban bunga dan syariah yang dibayarkan Bank Jatim lebih rendah sebesar Rp466,70 miliar. Alhasil, pendapatan bunga dan syariah bersih masih lebih tinggi dari tahun ini yaitu Rp1,23 triliun.
Per 31 Maret 2023, Bank Jatim hanya mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp310,42 miliar, turun 9,4% daripada periode sama tahun lalu sebesar Rp342,99 miliar.
Besaran laba Bank Jatim di kuartal I-2023 itu jauh lebih rendah dibandingkan beban pegawai yang mencapai Rp434,99 miliar.
