Rights Issue Bank Jago Berakhir Hari Ini, ARTO Kantongi Rp7,05 Triliun
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan batas masa perdagangan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) PT Bank Jago Tbk (ARTO) akan berakhir pada hari ini, Rabu, 17 Maret 2021.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Mitra Driver Gojek menunggu customer di dekat logo Bank Jago di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan batas masa perdagangan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) PT Bank Jago Tbk (ARTO) akan berakhir pada hari ini, Rabu, 17 Maret 2021.
Berdasarkan surat pengumuman BEI yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Goklas Tambunan disebutkan masa perdagangan HMETD Bank Jago (ARTO-R) berlangsung pada tanggal 10 – 17 Maret 2021.
Dengan begitu, mulai besok ARTO-R tidak lagi diperdagangkan dan dihapus dari papan pengembangan BEI. “Terhitung mulai tanggal 18 Maret 2021, ARTO-R tidak lagi diperdagangkan dan efek tersebut dikeluarkan dari daftar efek yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia,” bunyi pengumuman tersebut.
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
- Pemberdayaan Perempuan di Perusahaan Jepang Masih Alami Krisis Pada Tahun 2021
Secara terpisah, perseroan mengumumkan bahwa pelaksanaan HMETD penawaran umum terbatas (PUT) II alias rights issue telah menghasilkan 153.738.248 lembar saham baru per 15 Maret 2021. Dengan begitu, total saham ARTO saat ini sebanyak 11.636.829.724 dari sebelumnya 11.483.091.476 lembar.
“Dengan perincian tersebut, jumlah saham ARTO yang beredar di Bursa pada tanggal 16 Maret 2021 sejumlah 11.636.829.724 lembar saham dan jumlah saham ARTO-R sejumlah 2.110.857.776 lembar saham,” tulis perseroan dalam keterbukaan informasi BEI.
Sebelumnya diberitakan, ARTO menggelar PUT II dengan memberikan HMETD sebanyak 3 miliar lembar saham dengan nilai Rp100 per lembar.
Adapun harga pelaksanaan rights issue kali ini Rp2.350 per lembar saham. Maka, perseroan ditaksir meraup dana segar hingga Rp7,05 triliun melalui aksi korporasi tersebut.
Setiap pemegang 579 lembar saham lama ARTO akan mendapat 160 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru.
Pengelola dana investasi (sovereign wealth fund/ SWF) asal Singapura yakni GIC Private Limited bakal menjadi salah satu pemegang saham Bank Jago melalui rights issue. GIC menggelontorkan dana sebesar US$225 juta atau Rp3,15 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dolar Amerika Serikat) untuk menyerap sebanyak 1,19 miliar lembar saham ARTO dalam rights issue.
Pada perdagangan Selasa, 16 Maret 2021, saham ARTO ditutup merosot 6,91% sebesar 750 poin ke level Rp10.100 per lembar. Kapitalisasi pasar saham ARTO mencapai Rp140,85 triliun dengan imbal hasil 440,69% dalam setahun terakhir.
Sepanjang 2020, Bank Jago membukukan rugi bersih senilai Rp189,56 miliar. Rugi bersih tahun lalu bengkak 55,42% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp121,96 miliar. (SKO)
