Refinancing Obligasi, Gajah Tunggal (GJTL) Gelar Tender Offer Global Bonds US$250 Juta
Emiten produsen ban, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) telah memulai proses pembelian kembali (buyback) salah satu obligasi perseroan pada 9 Juni 2021. Aksi korporasi ini diambil sebagai upaya untuk membiayai kembali (refinancing) obligasi perseroan lainnya.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke pameran emiten ban PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan bertemu dengan Presiden Direktur Gajah Tunggal Sugeng Raharjo serta CEO & Vice President Director Gajah Tunggal Buddy Tanasaleh / Dok. Perseroan
(Istimewa)JAKARTA – Emiten produsen ban, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) telah memulai proses pembelian kembali (buyback) salah satu obligasi perseroan pada 9 Juni 2021. Aksi korporasi ini diambil sebagai upaya untuk membiayai kembali (refinancing) obligasi perseroan lainnya.
Direktur Gajah Tunggal, Kisyuwono mengaku bahwa perseroan menggelar tender offer atas obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat sebesar US$250 juta. Surat utang ditawarkan dengan bunga 8,375% per tahun dan akan jatuh tempo pada Agustus 2022.
“Penawaran tender akan berakhir pada tanggal 18 Juni 2021, kecuali diperpanjang atau diselesaikan lebih awal,” ujarnya melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin 14 Juni 2021.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan juga telah menandatangani Dealer Management Agreement dengan PT FIlamendo Sakti, PT Prima Sentra Megah, Credit Suisse (Singapore) Ltd, serta Deutsche Bank AG Singapore Branch.
Pemegang saham pengendali Gajah Tunggal adalah Denham Pte Ltd dengan porsi kepemilikan sebanyak 49,5%. Kemudian, disusul oleh Compagnie Financiere Michelin SCMA yang mengempit 10% saham perseroan.
Selain itu, investor kawanan Tanah Air, Lo Kheng Hong turut tercatat dalam susunan pemegang saham Gajah Tunggal dengan porsi kepemilikan sebesar 5,06%. Sedangkan sisanya sebanyak 35,44% saham GJTL tersebar di publik. (RCS)
