Korporasi

Raup Rp475 Miliar dari IPO dan Rights Issue, Bank Bisnis (BBSI) Ekspansi Kredit

  • PT Bank Bisnis International Tbk (BBSI) melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum (IPO) dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) per 30 Juli 2021.

<p>Setelah resmi melantai di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Bisnis Internasional Tbk. atau Bank Bisnis kembali berencana menambah modal atau right issue pada akhir tahun 2020. / Bank Bisnis</p>

Setelah resmi melantai di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bank Bisnis Internasional Tbk. atau Bank Bisnis kembali berencana menambah modal atau right issue pada akhir tahun 2020. / Bank Bisnis

(Istimewa)

JAKARTA – PT Bank Bisnis International Tbk (BBSI) melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum (IPO) dan  Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) per 30 Juli 2021.

Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu 14 Juli 2021, Bank Bisnis mengantongi hasil bersih senilai Rp475 miliar dari dua aksi korporasi tersebut. Rinciannya, dana hasil IPO sebesar Rp187 miliar dan rights issue sebesar Rp288 miliar.

“Dalam rangka pemenuhan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.30/POlK.O4l2O75 mengenai Laporan Realisasi Dana Hasil Penawaran Umum, dengan ini kami menyampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham PT Bank Bisnis lnternational Tbk untuk tanggal yang berakhir pada 30 Juni 2021,” tulis Corporate Secretary, Paulus Tanujaya.

Untuk dana hasil IPO, Bank Bisnis telah membelanjakan sebesar Rp154 miliar untuk pemberian kredit. Rinciannya berupa kredit modal kerja sebesar Rp119 miliar, kredit investasi Rp1,5 miliar, dan kredit konsumsi sebesar Rp33,5 miliar.

Adapun sisa dana penawaran umum perdana saham sebesar Rp33 miliar. Perseroan menjelaskan, sisa dana tersebut disimpan dalam bentuk deposito di Bank ICBC dengan tingkat bunga sebesar 3,50%.

Sementara itu, Bank Bisnis juga telah menggunakan seluruh dana hasil rights issue sebesar Rp288 miliar untuk pemberian kredit. Dengan demikian, perseroan tidak memiliki sisa dana dari hasil rights issue. (LRD)