PANI Catat Pre-Sales Rp466 Miliar, Saham Berpeluang Naik Usai Koreksi
- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan pre-sales Rp466 miliar pada kuartal I-2025. Saham PANI direkomendasikan beli dengan target harga Rp21.000.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), emiten properti bentukan Agung Sedayu Group dan Salim Group, membukukan marketing sales (pre-sales) sebesar Rp466 miliar pada kuartal I-2025. Realisasi ini setara dengan 9% dari target tahunan Rp5,3 triliun, di tengah tekanan eksternal yang membebani sektor properti nasional.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan, menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah, suku bunga tinggi di level 5,75%, serta perlambatan ekonomi global berdampak pada keputusan investasi di segmen middle-up yang menjadi pasar utama PANI. Meski demikian, manajemen tetap optimistis terhadap potensi pemulihan.
"Kami memahami bahwa tahun 2025 dibuka dengan tantangan berat, namun kami percaya pada kekuatan portofolio kami dan potensi jangka panjang sektor properti Indonesia," ujar Aguan dalam keterangan resminya, Selasa, 29 April 2025.
- GoPay dan Aliansi Judi Pasti Rugi Ajak Mahasiswa Perangi Judi Online
- Kembali Menguat, Harga Emas Antam Dibandrol Segini
- Sejarah Hari Buruh, Jejak Perlawanan Kelas Pekerja
PANI mempertahankan kekuatan portofolio di kawasan PIK2 dengan pengembangan produk seperti Rukan Marina Bay, SOHO The Bund, dan Pasir Putih Residences. Selama periode 2021–2024, PANI mencatatkan pertumbuhan pre-sales dengan CAGR 51%, bahkan mencapai rekor Rp6 triliun pada 2024. Dukungan infrastruktur, termasuk proyek Jalan Tol KATARAJA yang segera beroperasi, diharapkan memperkuat posisi PIK2 sebagai pusat bisnis baru bertajuk "The New Jakarta City".
Ke depan, PANI mengandalkan cadangan lahan (landbank) seluas 1.845 hektare, dengan 918 hektare di antaranya efektif siap dikembangkan dalam jangka pendek. "Strategi ini kami ambil untuk tetap agile dalam menghadapi peluang dan tantangan ke depan," tegas Aguan.
Prospek Saham PANI dan Optimisme Jangka Panjang
Dari sisi saham, BCA Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PANI dengan target harga Rp21.000, mencerminkan potensi kenaikan signifikan dari harga saat ini di level Rp11.375 per saham. Secara year to date, saham PANI tercatat telah melemah 34,34% sepanjang 2025.
Analis BCA Sekuritas, Ryan Yani Santoso, menilai bahwa koreksi harga saham di awal tahun justru membuka peluang akumulasi yang menarik, didukung oleh target marketing sales 2025 sebesar Rp5,3 triliun. Meskipun angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi tahun lalu, Ryan menilai target ini tetap kompetitif di tengah dinamika pasar.
"Setelah koreksi harga, kami melihat valuasi PANI menjadi lebih atraktif, terutama dengan katalis tambahan dari pengoperasian Jalan Tol KATARAJA yang akan meningkatkan akses langsung ke CBD PIK2," ujar Ryan dalam riset yang dipublikasikan pada Senin, 21 April 2025.
Ryan juga memperkirakan bahwa permintaan lahan komersial, yang sempat melemah, akan kembali pulih seiring bertambahnya penghuni PIK2 dan pembangunan fasilitas hiburan yang memperkuat ekosistem kawasan.
Dari sisi fundamental, pendapatan PANI diproyeksikan meningkat dari Rp2,83 triliun pada 2024 menjadi Rp4,38 triliun pada 2027, dengan margin laba kotor stabil di kisaran 54–55% dan margin EBITDA di level 41–42%. "Kami memperkirakan laba bersih PANI dapat tumbuh dari Rp624 miliar menjadi Rp884 miliar dalam tiga tahun ke depan," tambah Ryan.

Ananda Astridianka
Editor
