Korporasi

Kulik Laporan Keuangan 2021: BCA Finance Nikmati Denda Nasabahnya Rp380,20 Miliar

  • Perusahaan pembiayaan PT BCA Finance (BCAF) berhasil mengoptimalkan kinerjanya ditengah pandemi COVID-19 yang luar biasa di tahun lalu.
BCA Finance.jpg

JAKARTA- Perusahaan pembiayaan PT BCA Finance (BCAF) berhasil mengoptimalkan kinerjanya ditengah pandemi COVID-19 yang luar biasa di tahun lalu. Hal itu tercermin dari laba bersih perusahaan yang tumbuh sekitar 40% dari Rp1,22 triliun di 2020 menjadi Rp 1,70 di tahun lalu. 

Salah satu sumber pendapatan besar anak perusahaan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) ini berasal dari denda nasabah mereka. Nilainya mencapai sekitar Rp 380,20 miliar, naik daripada tahun sebelumnya Rp326,88 miliar. 

Laporan keuangan BCAF yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), BCAF juga menikmati keuntungan dengan sejumlah perusahaan asuransi terkait kerjasama dalam pembiayaan kendaraan bermotor. Misalnya, dengan PT Asuransi Ciputra Indonesia BCAF mendapat management fee sebesar Rp 23,03 miliar, naik daripada 2020 Rp 2,34 miliar. 

Sementara dari PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia BCA mengantongi Rp 22,45 miliar berbanding Rp10,51 miliar. Dari pos kerjasama ini BCAF menikmati management fee Rp61,31 miliar, naik tajam daripada 2020 sebesar Rp28,94 miliar. 

Dari pos kerja sama dengan PT Mandiri AXA General Insurance dan PT Premium Garansi Indonesia (pihak ketiga) dan PT Digital Otomotif Indonesia (pihak berelasi), BCAF  untuk memperoleh jasa referensi masing-masing sebesar Rp71,76 miliar di 2021 dan Rp13,58 tahun 2020. 

Peran BCAF adalah mereferensikan santunan kerugian total kendaraan dan garansi kerusakan kendaraan kepada nasabahnya untuk menggunakan jasa ketiga asuransi tersebut. 

Pendapatan denda

Mengulik laporan keuangan BCAF 2021, perusahaan ini menikmati pendapatan senilai Rp587,65 miliar dari denda, jasa referensi dan jasa manajemen fee dengan perusahaan asuransi serta pendapatan lainnya. Angka itu setara dengan 17% % dari total pendapatan perseroan di 2021 sebesar Rp3,37 triliun. 

Sejalan dengan membaiknya perekonomian dan restrukturisasi pembiayaan yang dilakukan, selama tahun 2021 kinerja BCAF juga diuntungkan dengan menurunnya pembiayaan bermasalah. Hasilnya, nilai pencadangan pembiayaan 2021 hanya sebesar Rp147,66 miliar, turun tajam dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp421,73 miliar. 

Nilai pembiayaan BCAF selama 2021 mencapai RP7,45 triliun, naik tipis daripada tahun 2020 sebesar Rp7,32 triliun. Sementara aset perseroan turun dari Rp8,37 triliun jadi Rp9,51 triliun tahun 2020 lalu. Dan kas dan kas bank perseroan? Laporan keuangan BCAF 2021 mencatat nilainya hanya Rp1,34 miliar, turun dibandingkan 2020 sebesar Rp292,74 miliar.