Korporasi

Jasa Konstruksi Jeblok Bikin Rugi Bengkak, Acset Grup Astra Tak Bagi Dividen

  • Emiten konstruksi Grup Astra PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menetapkan tidak adanya pembagian dividen dari pada tahun buku 2020.

<p>PT Acset Indonusa Tbk (ACST) bersama dengan PT Putragaya Wahana (PGW) telah mengadakan seremoni topping-off menara tertinggi di Indonesia, Gedung Thamrin Nine Tower 1 pada Kamis, 15 Oktober 2020 / Dok. Acset</p>

PT Acset Indonusa Tbk (ACST) bersama dengan PT Putragaya Wahana (PGW) telah mengadakan seremoni topping-off menara tertinggi di Indonesia, Gedung Thamrin Nine Tower 1 pada Kamis, 15 Oktober 2020 / Dok. Acset

(Istimewa)

JAKARTA – Emiten konstruksi Grup Astra PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menetapkan tidak adanya pembagian dividen dari pada tahun buku 2020.

Hal ini disetujui para pemegang saham perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Selasa, 6 April 2021.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham juga menyetujui laporan pertanggungjawaban atas realisasi penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue sebesar Rp1,5triliun.

Pada September 2020, Acset telah memperoleh penambahan modal melalui Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) sebesar 5.725.160.000 lembar saham atau sekira Rp1,5 triliun. Dana tersebut digunakan perseroan untuk melunasi sebagian utang kepada PT United Tractors Tbk (UNTR).

ACST membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun pada tahun 2020 atau anjlok 69,48% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3,94 triliun.

Penurunan pendapatan bersih ini disebabkan pendapatan jasa konstruksi dari pihak ketiga yang ambles 74,40% yoy dari Rp3,29 triliun menjadi Rp844,43 miliar.

Hal ini membuat kerugian perseroan semakin dalam. Sepanjang 2020, rugi tahun berjalan mencapai Rp1,34 triliun atau meningkat 18,39% dibandingkan dengan realisasi rugi pada tahun 2019, yakni Rp1,13 triliun.

Corporate Secretary dan Investor Relations Acset Indonusa, Maria Cesilia Hapsari mengatakan bahwa imbas dari pandemi COVID-19 di tahun 2020 cukup berpengaruh atas kinerja perseroan.

Menurutnya, pandemi telah menyebabkan perlambatan pada progres proyek berjalan serta penundaan target tender proyek baru yang ada selama tahun 2020.

Benar saja, pada tahun lalu Acset hanya mencatatkan kontrak baru senilai Rp289 miliar. Nilai kontrak tersebut terdiri dari proyek fondasi dan tol akses Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.

“Oleh karena itu, pada RUPST 2021 disetujui untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima TrenAsia.com, Selasa 6 April 2021.

Sedangkan pada Januari 2021, perseroan baru mendapat kontrak baru senilai sekitar Rp12 miliar. Kontrak baru ini adalah gabungan dari dua proyek, yakni proyek pembangunan fondasi Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal Jakarta dan fondasi Menara BRI Medan. (SKO)