J Resources Asia Pasifik (PSAB) Terbitkan Obligasi Rp257,26 Miliar
Perusahaan investasi pertambangan emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap VII Tahun 2021. Penerbitan surat utang ini pun mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 27 Januari 2021.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Proses pemurnian emas di smelter PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam / Facebook @OfficialAntam
(Istimewa)JAKARTA – Perusahaan investasi pertambangan emas PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap VII Tahun 2021. Penerbitan surat utang ini pun mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu 27 Januari 2021.
Melalui keterbukaan informasi, disebutkan bahwa obligasi berkelanjutan PSAB ini dicatatkan dengan nominal sebesar Rp257,26 miliar dengan tingkat bunga 9,25% per tahun dan jangka waktu 370 hari.
- Jurus Basuki Atasi Banjir di Bekasi
- Korban Tewas Akibat Corona di AS Capai Setengah Juta Jiwa, Terparah dalam 102 Tahun Terakhir
- Platform Investasi FUNDtastic Kantongi Suntikan Modal Rp107,8 Miliar
Adapun hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas obligasi yang akan diterbitkan oleh perseroan adalah idA (Single A) untuk Obligasi Berkelanjutan I PSAB Tahap VII Tahun 2021. Bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
“Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 3 emisi dari 3 emiten senilai Rp1,14 triliun,” ujar manajemen BEI yang ditandatangani oleh Kepala Divisi PP1 BEI, Adi Pratomo Aryanto serta Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Irvan Susandy, Rabu 27 Januari 2021.
Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 468 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp426,18 Triliun dan US$47,5 juta yang diterbitkan oleh 129 emiten.
Sedangkan, surat berharga negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 137 seri dengan nilai nominal Rp3.956 triliun dan US$400 juta. Selanjutnya, efek beragun aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp7,38 triliun.
