Korporasi

Itama Ranoraya (IRRA) Berhasil Jual Tes Swab Antigen 1,7 Juta Unit dalam 3 Minggu

  • Harga produk yang terjangkau, penggunaan yang mudah dan telah mendapatkan rekomendasi WHO menjadi alasan produk swab antigen test IRRA banyak diminati.

<p>Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten 28 April 2020. Untuk menekan penyebaran Corona, Dinas Kesehatan Kota Tangerang rutin mengadakan swab test bagi warga yang diadakan setiap 2 kali seminggu. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Petugas medis mengambil sampel spesimen saat swab test secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten 28 April 2020. Untuk menekan penyebaran Corona, Dinas Kesehatan Kota Tangerang rutin mengadakan swab test bagi warga yang diadakan setiap 2 kali seminggu. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) telah berhasil menjual 1,7 juta unit swab antigen test COVID-19 selama tiga pekan pada Januari 2021.

Perusahaan hi-tech healthcare solutions ini pun menargetkan penjualan sebanyak 2,5 juta–3 juta unit swab antigen test pada kuartal I-2021.

Direktur Pemasaran Itama Ranoraya Hendry Herman mengatakan, permintaan pada awal tahun ini seluruhnya berasal dari swasta, khususnya ritel.

Menurutnya, harga produk yang terjangkau, penggunaan yang mudah dan telah mendapatkan rekomendasi WHO menjadi alasan produk swab antigen test IRRA banyak diminati.

Ia menerangkan, produk swab antigen test Panbio yang diproduksi Abbott, baru saja mendapat hasil evaluasi dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Kesehatan.

Hasilnya menyatakan bahwa Panbio merupakan alat rapid antigen dengan tingkat sensitifitas dan spesifisitasnya mencapai 100%.

Target Perseroan

“Pada kuartal I, target kami bisa menjual 2,5 juta-3 juta unit swab antigen test. Kami optimistis, apalagi dengan adanya hasil evaluasi Balitbang Kemenkes yang dikeluarkan 15 Januari 2021, Panbio memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitasnya mencapai 100 persen,” tutur Hendry.

Secara tahunan, lanjut Hendry, pada 2021 perseroan menargetkan penjualan swab antigen test sebanyak 5 juta-10 juta unit. Target ini naik 100% hingga 300% dari realisasi volume penjualan tahun 2020 yang hanya sebesar 2,4 juta.

IRRA pun menargetkan total penjualan serta laba bersih tahun ini, mampu tumbuh 80%-100% dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2020, pendapatan perseroan berkisar Rp540 miliar-Rp550 miliar dengan laba bersih pada kisaran Rp56 miliar-Rp60 miliar.

“Selain produk swab antigen test, perseroan juga optimistis penjualan jarum suntik ADS dan mesin plasma darah turut bertumbuh pada tahun ini,” tambahnya,

Dalam waktu dekat, sambung Hendry, pihaknya juga akan memulai penjualan produk baru, yaitu Avimac. Ini merupakan produk immunomodulator untuk peningkatan imun tubuh yang dipercaya dapat mendukung percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia.

Ia bilang, produk ini sudah di produksi di Australia dan sàat ini sudah dalam proses produksi karena sudah mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). (SKO)