Film Digital Laris Manis, Kerugian MD Pictures Ikut Mengempis
Emiten produksi dan distributor film PT MD Pictures Tbk berhasil keluar dari kerugian pada kuartal pertama 2021. Hal itu dipicu kenaikan pendapatan perusahaan dari Rp29,35 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp60,96 miliar pada kuartal I 2021.

Muhamad Arfan Septiawan
Author


Pengunjung menyaksikan film dari kendaraannya di area cinema drive-in yang diberi nama “Skylight Cinema” di Senayan Park, Jakarta, Minggu, 6 September 2020. Bioskop drive-in yang pertama hadir di Jakarta ini untuk memenuhi keinginan masyarakat menonton bioskop di area terbuka dengan menggunakan mobil pribadi sehingga penonton tidak perlu khawatir terpapar Covid-19 karena membatasi kontak langsung dengan orang lain selama menonton bioskop dengan protokol kesehatan yang diterapkan. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Emiten produksi dan distributor film PT MD Pictures Tbk berhasil keluar dari kerugian pada kuartal pertama 2021. Hal itu dipicu kenaikan pendapatan perusahaan dari Rp29,35 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp60,96 miliar pada kuartal I 2021.
Laba bruto emiten berkode FILM ini dapat menyentuh angka Rp33,67 miliar. Padahal, pada kuartal I 2020 atau periode awal pandemi COVID-19 di Indonesia, perusahaan membukukan kerugian bruto mencapai Rp1,24 miliar.
Segmen film digital tercatat mengalami lonjakan tertinggi pada kuartal I 2021 sebesar Rp51,05 miliar. Capaian itu lebih banyak 197,55 kali lipat dibandingkan kuartal I 2020 yang sebesar Rp257,02 juta.
Sementara itu penjualan segmen layar lebar masih terpuruk dengan merosot dari Rp17 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp2,20 miliar pada kuartal I 2021. Adapun penjualan segmen stasiun televisi tumbuh 45% menjadi Rp2,05 miliar pada kuartal I 2021 dari sebelumnya Rp1,12 miliar pada kuartal I 2020.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Peningkatan pendapatan itu diikuti oleh menurunnya beban pokok penjualan perusahaan. Beban pokok penjualan FILM turun tipis 10,8% dari Rp30,60 miliar pada kuartal I 2020 menjadi Rp27,28 miliar pada kuartal I 2021.
Maka, perusahaan mendapatkan laba bersih sebesar Rp18,13 miliar pada kuartal I 2021. Kinerja tersebut merupakan perbaikan dibandingkan kuartal I 2020 yang merugi Rp8,98 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar terungkit menjadi Rp1,92 per lembar saham.
Direktur Utama PT MD Pictures Manoj Dhamoo Punjabi menjelaskan, sejumlah pos utang tercatat membengkak pada kuartal I 2021. FILM mengalami peningkatan utang bank hingga 100% pada kuartal I 2021 ini. Kemudian utang usaha pihak ketiga melesat 123% serta utang pajak yang naik 149,28%.
Hal itu membuat liabilitas perusahaan terkerek naik 103,27% dari Rp21,99 pada kuartal I 2020 menjadi Rp44,71 miliar pada kuartal I 2021.
Manoj menyebut, perusahaannya bakal fokus dalam mengeruk pendapatan dari segmen digital di tahun ini. Hal itu ditempuh dengan penayangan konten di platform over the top (OTT) yang dinilainya sangat potensial.
Tiga platform OTT, yakni Disney+ Hotstar, WeTv, dan Iflix diketahui menjadi ceruk utama FILM mendulang pendapatan pada segmen digital.
“Kami dapat memanfaatkan pertumbuhan konten digital yang saat ini sangat tinggi melalui partnership dengan sejumlah platform lain,” kata Manoj dalam keterangan resmi, Jumat 16 April 2021.(RCS)
